View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian kredit macet pada kredit usaha pedesaan (Kupedes) sektor agribisnis: kasus PT. Bank Rakyat Indonesia, TBK Unit Ciomas, Kota Bogor Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.257Mb)
      Date
      2007
      Author
      Alamsyah, Taufiq
      Firdaus, Muhammad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Peranan UMKM dalam perekonomian Indonesia sangat besar baik dalam menghasilkan suatu produk, penyerapan tenaga kerja, maupun dalam stabilitas ekonomi. Dalam meningkatkan peranan UMKM khususnya pada masyarakat lapisan bawah, perlu dorongan dan dukungan baik oleh pemerintah maupun lembaga keuangan, dalam hal ini adalah bank Sampai tahun 2005, Kredit perbankan yang disalurkan untuk sektor pertanian hanya 5,5 persen dari total kredit perbankan pada dunia usaha. Kurangnya dukungan dari lembaga. keuangan terhadap sektor pertanian khususnya dalam penyediaan pinjaman modal usaha, diduga menjadi salah satu faktor penyebab kurang majunya sektor pertanian di Indonesia selama ini. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, BRI telah menfasilitasi melalui program penyediaan kredit bagi UMKM termasuk untuk sektor pertanian. Salah satu fasilitas penyediaan modal/kredit yang diberikan oleh BRI adalah Kredit Usaha Pedesaan (Kupedes). Dalam perjalanannya, kredit yang diberikan BRI Unit Ciomas melalui Kupedes tidak selamanya lancar. Pada tahun 2006 jumlah nasabah yang mengalami penunggakan Kupedes di BRI Unit Ciomas mengalami peningkatan sebesar 10,27 persen yaitu dari 146 orang menjadi 161 orang. Sementara itu, kredit macet Kupedes BRI Unit Ciomas justru mengalami penurunan Tahun 2006. Meskipun terlihat adanya penurunan persentase kredit macet, namun sampai saat ini masalah kredit macet tersebut masih belum bisa dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi karakteristik debitur Kupedes pada sektor agribisnis yang mengalami kemacetan/penunggakan serta menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembalian Kupedes pada sektor agribisnis yang mengalami kemacetan/penunggakan. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik individu debitur Kupedes sektor agribisnis yang mengalami kemacetan/penunggakan kredit sebagian besar barada pada usia produktif, berpendidikan SD, memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak tiga orang, mengikuti pembinaan dari petugas BRI Unit Ciomas, dan memiliki rumah yang berjarak sekitar dua sampai empat kilometer dengan BRI Unit Ciomas. Adapun karakteristik usaha debitur Kupedes sektor agribisnis yang mengalami kemacetan/penunggakan kredit adalah sebagian besar memiliki pengalaman usaha antara 3-6 tahun, memiliki jangka waktu pengembalian kredit 24 bulan, menyatakan tidak keberatan dengan beban bunga, dan memiliki omzet per bulan Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000. Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembalian kupedes menggunakan metode regresi logistik terdapat beberapa faktor yang berpengaruh nyata. Faktor tersebut adalah jumlah tanggungan keluarga, jarak rumah debitur dengan kantor BRI Unit Clomas dan omzet usaha. Berkaitan dengan terjadinya kemacetan atau tunggakan pengembalian Kupedes pada sektor agribisnis yang disebabkan oleh faktor jumlah tanggungan keluarga, jarak rumah, dan omzet usaha maka kepada manajemen BRI Unit Ciomas disarankan untuk mempertimbangkan ketiga hal tersebut dalam memberikan Kupedes kepada calon debitur. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain menambahkan kriteria penilaian yang dapat dilakukan pada analisa awal seperti membuat persyaratan komitmen kemampuan dan kemauan calon debitur untuk mengangsur kredit sesuai perjanjian, menggali informasi tentang watak kepribadian (Character) calon debitur dari masyarakat dan pejabat daerah setempat, memperhatikan kelancaran akses transportasi sebelum memberikan kredit, menjalin komunikasi yang baik dengan nasabah, melakukan kerjasama dengan salah seorang nasabah yang merupakan tokoh masyarakat setempat untuk mengkoordinir nasabah-nasabah dalam melakukan pembayaran kredit, bekerjasama dengan instansi-instansi atau pejabat setempat untuk memperoleh Informasi dan data mengenal sampai sebatas mana omzet usaha nasabah dari waktu ke waktu. Selain itu BRI perlu membantu nasabah dalam memecahkan permasalahan penurunan omzet usaha apabila terjadi penurunan omzet usaha nasabah.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130317
      Collections
      • UT - Economics and Development Studies [3214]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository