Aktivitas dan purifikasi senyawa antimikroba dari tubuh buah Ganoderma isolat GKR7
View/ Open
Date
2001Author
Krisnawati, Emira Dewi
Sudirman, Lisdar Idwan
Adijuwana, Hendra
Metadata
Show full item recordAbstract
Potensi jamur Ganoderma spp sebagai sumber senyawa antimikrob baru perlu mendapat perhatian untuk mengatasi berbagai persoalan yang ditimbulkan mikroorganisme patogen. Penelitian ini bertujuan untuk memurnikan senyawa antimikrob dari tubuh buah Ganoderma sp. isolat GKR7 dengan metode kromatografi lapis tipis preparatif (KLTP) dan menguji kembali aktivitas senyawa semi murni aktif hasil purifikasi tersebut terhadap mikrob uji. Tubuh buah Ganoderma sp. isolat GKR7 diekstraksi dua kali dengan metanol dan diuji aktivitasnya terhadap mikrob uji. Melalui bioautografi diketahui terdapat dua spot aktif dalam ekstrak kasar tubuh buah GKR7 yaitu pada R, 0,73 (fraksi F1) dan R. 0.40 (Fraksi F2). Kedua spot aktif tersebut dipisahkan dengan KLTP dan diuji kembali aktivitasnya. Untuk mengetahui kemungkinan senyawa yang terkandung dalam kedua fraksi, maka dilakukan revelasi kimia dan analisis sifat fisikokimia terhadap kedua fraksi. Ekstrak kasar tubuh buah GKR7, fraksi F1 dan fraksi F2 mampu menghambat pertumbuhan Bacillus
subulis, empat galur Escherichia coli enteropatogen (Rb1.2, E12A, 006.5 dan D11.2), Xanthomonas campestris pv. glycines, Pseudomonas syringae pv. glycinea, dan Fusarium oxysporum. Fraksi F1 dan F2 memberi hasil positif ketika direvelasi dengan pereaksi iod, ninhidrin, a-naftol asam sulfat, dan pereaksi Nelson. Fraksi F1 juga memberi hasil positif ketika direvelasi dengan pereaksi kimia sedangkan fraksi F2
vanilin asam sulfat, anisaldehida asam sulfat, anisaldehida asam sulfat modifikasi, dan fenol asam sulfat, menunjukkan hasil negatif. Kedua fraksi diduga mengandung gugus gula
Ekstrak kasar tubuh buah GKR7 menunjukkan satu spot bersifat fluoresen dengan UV 336 nm pada Re 0,73. Fraksi F1 bersifat fluoresen pada Rr yang sama, sedangkan fraksi F2 tidak bersifat fluoresen. Ekstrak kasar tubuh buah GKR7 dan fraksi F1 memiliki tiga absorbans maksimum. Absorbans
maksimum ekstrak kasar pada panjang gelombang 219, 241, dan 258 nm, sedangkan fraksi F1 pada panjang gelombang 224, 248, dan 259 nm. Fraksi F2 hanya memiliki satu absorbans maksimum, yaitu
pada panjang gelombang 217 nm.
Collections
- UT - Biology [2401]
