Pengaruh pemberian endomikoriza dan M-dext terhadap pertumbuhan dan indeks mutu bibit jati, Tectona grandis L.f.
Abstract
Jati merupakan salah satu jenis kayu yang bernilai ekonomis tinggi dan serbaguna karena memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan kayu jenis lainnya. Oleh karena itu kayu jati ini sangat digemari masyarakat. Kebutuhan kayu jati dalam negeri sampai saat ini masih belum terpenuhi semua. Dari kebutuhan sebesar 2,5 juta m³/tahun baru dapat dipenuhi oleh Perum Perhutani sebesar 0,75 juta m³/tahun sehingga masih ada kekurangan sebesar 1,75 juta m³/tahun (Sumarna, 2001).
Permasalahannya adalah kayu jati ini memiliki pertumbuhan yang lambat dan daur yang lima, sementara kebutuhan akan kayu jati semakin meningkat. Sehingga dibutuhkan penanaman atau Tegenerasi yang banyak dan juga mendapatkan bibit yang berkualitas agar pertumbuhan jati dapat berlangsung dengan cepat. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas bibit dipersemaian dapat dilakukan dengan memperbaiki kebutuhan akan unsur haranya. Mikoriza dan M-Dext merupakan salah satu alternatif cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah. Diharapkan dengan pemberian mikoriza jenis CMA (Cendawan Mikoriza Arbuskula) dan M-Dext ini dapat meningkatkan pertumbuhan semai jati (Tectona grandis L.f).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian endomikoriza dan M- Dext terhadap pertumbuhan dan indeks mutu bibit jati (Tectona grandis L.f). Hipotesa inokulasi CMA, pemberian M-Dext dan interaksinya dapat meningkatkan pertumbuhan dan Indeks Mutu bibit Jati (Tectona grandis L.f).
Penelitian ini dilakukan di rumah kaca dan laboratorium Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, dari bulan Februari hingga bulan September 2003. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah bibit Jati (Tectona grandis L.f), pupuk NPK (15:15:15) sebagai pupuk dasar, Mikofer yang merupakan inokulum CMA dalam media Zeolit, polybag (20 x 25 cm), Aquades, pupuk M-Dext, larutan KOH 2,5 %, larutan HCI 2%, Gliserol, asam laktat, Trypan blue dan larutan staining. Aat yang digunakan dalam penelitian ini adalah seperangkat alat ukur, alat tulis, alat hitung, alat
penyiram, gunting akar, oven, timbangan, gelas ukur, kamera dan mikroskop.
Metode penelitian ini terdiri atas persiapan dan pengadaan bibit jati, pemberian pupuk dasar NPK, pemberian M-Dext, pemberian mikoriza, pemeliharaan, pengamatan dan pengukuran yang meliputi tinggi semai, diameter batang, berat kering total, nisbah pucuk akar, jumlah daun, indeks mutu bibit dan persentase infeksi akar. Model rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola Faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor yang pertama adalah...
Collections
- UT - Forest Management [3207]
