Analisis nilai tambah dan efisiensi pemasaran keripik dan dodol salak: studi kasus pada UKM Binangkit,Kecamatan Manonjaya,Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Abstract
Agroindustri merupakan industri yang mengolah hasil pertanian. Agroindustri yang strategis untuk dikembangkan diantaranya adalah industri pengolahan makanan. Buah salak merupakan salah satu jenis buah-buahan yang bisa diolah menjadi keripik, dodol, dan produk olahan lainnya.
Tujuan penelitian ini adalah (1) menghitung nilai tambah yang dapat dihasilkan dengan adanya usaha pengolahan komoditas buah salak menjadi keripik salak dan dodol salak, (2) mengidentifikasi saluran pemasaran yang terjadi yang meliputi: pola saluran pemasaran, fungsi-fungsi pemasaran, struktur pasar, dan tingkah laku pasar, (3) menganalisis efisiensi pemasaran berdasarkan : marjin pemasaran, bagian harga yang diterima produsen (producer's share), rasio
keuntungan biaya, dan elastisitas transmisi harga.
Lokasi penelitian dilakukan pada UKM Binangkit, Jalan Salak Karangtinggal, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan satu-satunya produsen yang masih memproduksi keripik salak dan produsen terbesar dodol salak di Kabupaten Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret sampai April 2007. Data dan informasi yang diperoleh diolah dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif atau uraian deskriptif dan intrepretasi untuk menjelaskan hasil yang diperoleh, sedangkan data kuantitatif diolah dan ditabulasikan secara sistematis dengan alat bantu software komputer Minitab 14 dan Microsoft Excel.
Metode pengolahan dan analisis data menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif meliputi pola saluran pemasaran, fungsi-fungsi lembaga pemasaran, struktur pasar, dan tingkah laku pasar. Sedangkan analisis kuantitatif meliputi analisis nilai tambah dengan menggunakan metode Hayami, marjin pemasaran, bagian harga yang diterima produsen (producer's share), rasio keuntungan biaya dan analisis elastisitas transmisi harga. Hasil analisis nilai tambah nemperlihatkan bahwa kegiatan produksi keripik salak dan dodol salak UKM Binangkit telah menciptakan nilai tambah.
Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan buah salak menjadi keripik salak
pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 1.840,26/kg bahan baku buah salak, untuk
analisis nilai tambah dengan memasukkan biaya penyusutan mesin-mesin dan
sebesar Rp 2.313,11/kg bahan baku buah salak untuk analisis nilai tambah tanpa
memasukkan biaya penyusutan mesin-mesin. Adapun nilai tambah yang
dihasilkan dari pengolahan buah salak menjadi dodol salak pada tahun 2006
adalah sebesar Rp 2.710,40/kg bahan baku buah salak untuk analisis nilai tambah
dengan memasukkan biaya penyusutan mesin-mesin dan sebesar Rp 4.115,26/kg
bahan baku buah salak untuk analisis nilai tambah tampa memasukkan biaya
penyusutan mesin-mesin. Selama 12 bulan periode analisis harga bahan baku buah
salak sangat berfluktuatif dengan harga Rp 700,00 sampai Rp 1.200,00 per kg
karena harga buah salak ditentukan oleh musim panen buah salak...
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
