Analisis pengendalian persediaan bahan baku kayu sengon di PT. Bieatama Kayone Lestari, Tasikmalaya
Abstract
Sektor kehutanan merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Pembangunan pada sektor kehutanan diantaranya melalui pengusahaan hutan dan hasil hutan yang ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pertambahan nilai investasi, peningkatan kinerja ekspor, pendapatan negara melalui pendapatan pajak dan non pajak, serta penciptaan peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja. Salah satu bidang pengusahaan hutan dan hasil hutan adalah industri kayu olahan
Industri kayu olahan merupakan salah satu sektor yang menghasilkan devisa bagi negara, sehingga upaya peningkatan industri ini perlu dilakukan. Namun kebutuhan bahan baku kayu alam dirasakan semakin sulit karena ketersediaannya yang semakin menipis. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku perusahaan kayu di Indonesia, perlu menghidupkan atau mengaktifkan kembali lahan kritis, selain itu juga industri pengolahan kayu dapat menggunakan jenis kayu lain sebagai bahan baku alternatif. Dengan adanya bahan baku alternatif, diharapkan industri perkayuan tidak hanya mengandalkan kayu hutan yang ketersediaannya sudah mulai menipis. Jenis tanaman yang potensial untuk dijadikan bahan baku kayu alternatif adalah tanaman Sengon (Atmosuseno, 1998). Keunggulan-keunggulan Kayu Sengon antara lain masa pertumbuhannya sangat cepat, ramah lingkungan, dapat ditanam oleh masyarakat di sekitar pesawahan, halaman rumah, serta lereng gunung. Hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat adalah ketika memanennya tidak langsung ditebang habis, tetapi ada generasi penerusnya, sehingga selain menjaga ekosistem juga penghasilan petani menjadi berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengadaan dan pengendalian persediaan bahan baku kayu yang dilakukan oleh perusahaan, menganalisis persediaan bahan baku dengan menggunakan metode Just-In-Time, dan memberikan alternatif teknik pengendalian persediaan bahan baku yang dapat meminimumkan biaya persediaan bahan baku perusahaan. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan purposive dengan pertimbangan bahwa PT Bineatama Kayone Lestari bergerak dalam bidang agroindustri yakni industri pengolahan kayu dengan bahan baku utama Kayu Sengon dan merupakan perusahaan pengolahan kayu terbesar di Tasikmalaya. Data yang diperlukan berupa jenis dan asal bahan baku, prosedur pembelian, serta kebijakan perusahaan mengenai pengendalian persediaan bahan baku. Pengolahan data secura deskriptif dilakukan untuk menggambarkan sistem pengadaan dan pengendalian persediaan di perusahaan. Data kuantitatif diolah dengan menggunakan alat bantu minitab 13 for windows dan microsoft excel dimana hasil pembahasannya ditampilkan dalam
bentuk tabel.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
