Penambahan bahan alternatif dalam pembuatan agar-agar kertas
View/ Open
Date
2004Author
Kuraesin. Euis
Suseno, Sugeng Heri
Suptijah, Pipih
Metadata
Show full item recordAbstract
Agar-agar kertas merupakan salah satu diversifikasi produk hasil perikanan yang diperoleh dengan cara mengekstraksi ganggang agarofita. Pengolahan gar-agar kertas melewati beberapa perlakuan dan tahapan proses terhadap rumput laut. Salah satu parameter dalam mengetahui kualitas agar-agar kertas yaitu elalui tingkat kekuatan gel agar-agar tersebut. Pada pembuatan agar-agar kertas, kadar sulfat dapat menurunkan kekuatan gel agar-agar, karenanya kadar sulfat direduksi dengan cara penambahan kalium hidroksida (KOH). Selain itu untuk meningkatkan mutu produk agar-agar kertas agar lebih cerah dan menarik minat konsumen maka digunakan khitosan sebagai bahan penyerap kotoran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan khitosan, air kelapa dan abu gosok, serta mencari perlakuan yang paling tepat dalam proses pembuatan agar-agar kertas.
Pada penelitian pendahuluan konsentrasi abu gosok yang digunakan ialah 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50% dan 60%. Sedangkan konsentrasi khitosan yang ditambahkan sebesar 0%; 0,4%; 0,5% dan 0,6%. Dari hasil penelitian pendahuluan dengan perlakuan abu gosok diketahui bahwa abu gosok konsentrasi 30% menghasilkan produk dengan tekstur yang paling disukai panelis. Pada perlakuan khitosan diketahui bahwa khitosan 0,6% berpengaruh positif terhadap parameter warna. Dimana penambahan khitosan 0,6% menghasilkan warna paling cerah. Pada uji gel strength dengan perlakuan abu gosok.30%, 40%, 50%, dan 60% memperlihatkan hasil yang berbeda nyata dengan kontrol 0%. Selanjutnya konsentrasi yang terpilih (abu gosok 30% dan khitosan 0,6%) digunakan pada penelitian utama.
Rancangan percobaan yang digunakan dalam menganalisis hasil yaitu dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal untuk mengetahui pengaruh tiap-tiap perlakuan. Sedangkan uji organoleptik dianalisis dengan uji Kruskall Wallis dan hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison.
Adapun perlakuan pada penelitian utama yaitu perlakuan I (abu gosok 30%), perlakuan 2 (air kelapa 200%), perlakuan 3 (abu gosok 30% air kelapa 200%), perlakuan 4 (abu gosok 30% khitosan 0,6%), perlakuan 5 (air kelapa 200% itosan 0,6%), perlakuan 6 (abu gosok 30% air kelapa 200% khitosan 0,6%) dan rlakuan 7 (kontrol KOH dan H2O2). Dari hasil penelitian utama diketahui bahwa rlakuan 2 dan perlakuan 5 tidak dapat membentuk gel, sehingga analisis hanya ilakukan terhadap 5 perlakuan yaitu perlakuan 1, perlakuan 3, perlakuan 4, Gerlakuan 6 dan perlakuan 7. Parameter yang diuji meliputi uji organoleptik, De strength, kadar air, abu, protein, karbohidrat, sulfat, serat makanan dan rendemen
