Analisis pendapatan dan produksi Usaha Kecil Tempe Anggota dan Non Anggota Primer Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia Tebet Barat Jakarta Selatan
Abstract
Pertambahan jumlah penduduk mendorong pertumbuhan konsumsi
pangan. Salah satu pangan yang memiliki gizi tinggi dan dikonsumsi hampir
sebagian besar masyarakat Indonesia adalah tempe, maka diperlukan usaha
pengembangan produksi tersebut. Salah satunya adalah pengembangan usaha
kecil tempe. Keberadaan Primer Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia
(Primkopti) mempermudah usaha kecil tempe anggotanya untuk bekerjasama
dalam penyediaan beberapa faktor produksi dan modal. Usaha kecil tempe yang
tidak tergabung dalam Primkopti, penyediaan input dan modal yang digunakan
dalam produksi diupayakan sendiri sehingga harga input yang dibayar lebih besar.
Hal ini menyebabkan tingkat penggunaan faktor produksi yang digunakan usaha
kecil tempe di lokasi penelitian berbeda-beda dan menghasilkan produksi yang
berbeda juga, maka sangat perlu menganalisis tingkat pendapatan dan faktorfaktor
yang mempengaruhi produksi serta apakah penggunaan faktor-faktor
produksi yang digunakan sudah efisien, sehingga dengan adanya penelitian ini
diharapkan usaha kecil tempe di lokasi tersebut dapat dikembangkan. Oleh karena
itu tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis tingkat pendapatan usaha
kecil tempe anggota dan non anggota Primkopti, (2) menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi produksi usaha kecil tempe anggota dan non anggota
Primkopti, (3) menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi
usaha kecil tempe anggota dan non anggota Primkopti.
Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tebet Barat Jakarta Selatan. Data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
Pengumpulan data primer di lapangan dilaksanakan dari bulan Agustus sampai
Oktober 2011. Pendapatan usaha kecil tempe dilakukan dengan analisis
pendapatan usaha. Faktor-faktor produksi dilakukan dengan menggunakan metode
fungsi Cobb Douglas. Perhitungan untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan
faktor produksi menggunakan analisis Nilai Produk Marjinal (NPM) berdasarkan
fungsi produksi Cobb-Douglas.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan usaha kecil tempe non anggota
Primkopti yang menggunakan kedelai kualitas A memiliki pendapatan lebih besar
dibandingkan usaha kecil tempe anggota yang sama-sama menggunakan kedelai
kualitas A, sedangkan usaha kecil tempe yang menggunakan kedelai kualitas B
yang memiliki pendapatan lebih besar adalah usaha kecil anggota Primkopti.
Penggunaan faktor-faktor produksi usaha kecil tempe anggota Primkopti yang
berpengaruh nyata terhadap peningkatan produksi tempe yaitu kedelai, dan tenaga
kerja, untuk usaha kecil tempe non anggota penggunaan faktor-faktor produksi
yang berpengaruh nyata terhadap produksi tempe yaitu kedelai, dan ragi.
Penggunaan faktor-faktor produksi usaha kecil tempe anggota dan non anggota
Primkopti belum efisien,ditunjukkan dengan rasio nilai Nilai Produk Marjinal
dan Biaya Korbanan Marjinal (NPM-BKM) tidak sama dengan satu. Produksi
rata-rata yang dihasilkan usaha kecil tempe anggota Primkopti pada kondisi aktual
sebesar 85.00 kg per produksi, apabila faktor produksi yang digunakan berada pada tingkat optimal maka akan menghasilkan produksi optimal sebesar 183.83
kg per produksi. Untuk usaha kecil tempe non anggota Primkopti memiliki
produksi rata-rata lebih rendah dibandingkan usaha kecil anggota pada kondisi
aktual sebesar 83.00 kg per produksi dan pada kondisi optimal sebesar 139.06 kg
per produksi.
