View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Pemasaran Ayam Ras Pedaging (Broiler) di Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (7.395Mb)
      Date
      2012
      Author
      Ramadhani, Dewi Shinta
      Sehabudin, Ujang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, fungsifungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran, dan menganalisis efisiensi pemasaran ayam ras pedaging pada ketiga pola usahaternak di Kecamatan Gunung Sindur melalui marjin pemasaran, farmer’s share serta rasio keuntungan dan biaya pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan secara tertuju (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Gunung Sindur merupakan salah satu daerah terbesar dalam memproduksi ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor. Pengambilan responden peternak maupun lembaga pemasaran dilakukan dengan menggunakan metode snowball sampling. Lokasi untuk lembaga pemasaran ditelusuri sesuai dengan saluran pemasaran yang terbentuk tetapi masih dalam wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukan terdapat lima saluran pemasaran ayam ras pedaging di Kecamatan Gunung Sindur. Saluran pemasaran satu: Peternak -> Perusahaan Inti -> Pedagang Pengecer -> Konsumen. Saluran pemasaran satu terdapat pada ketiga pola usahaternak ayam ras pedaging baik peternak plasma, peternak semi plasma, maupun peternak mandiri. Saluran pemasaran dua: Peternak Mandiri -> Pedagang Pengumpul -> Pedagang Pengecer ->Konsumen. Saluran pemasaran tiga: Peternak Mandiri -> Pedagang Pengumpul -> Konsumen Antara -> Konsumen. Saluran pemasaran empat: Peternak Mandiri -> Pedagang Pengecer -> Konsumen. Saluran pemasaran dua, saluran pemasaran tiga dan saluran pemasaran empat terdapat pada peternak mandiri. Saluran pemasaran lima: Peternak -> Konsumen Antara -> Konsumen. Saluran pemasaran lima terdapat pada saluran pemasaran dua peternak semi plasma dan saluran pemasaran lima peternak mandiri. Lembaga pemasaran yang terlibat dalam memasarkan ayam ras pedaging ada tiga, yaitu perusahaan inti, pedagang pengumpul, dan pedagang pengecer. Fungsi pemasaran perusahaan inti meliputi fungsi penjualan, penyimpanan, informasi pasar, penanggungan resiko, dan pembiayaan. Pedagang pengumpul berperan pada saluran dua dan saluran tiga pada peternak mandiri. Fungsi pemasaran pedagang pengumpul pada saluran dua meliputi fungsi pembelian, penjualan, pengangkutan, penyimpanan, penanggungan resiko, grading dan pembiayaan. Sedangkan pada saluran tiga tidak melakukan fungsi penyimpanan akan tetapi melakukan fungsi pemrosesan. Fungsi pemasaran pedagang pengecer meliputi fungsi pembelian, penjualan, pengangkutan, pemrosesan, penanggungan resiko, grading dan pembiayaan. Analisis efisiensi pemasaran dilihat dari segi marjin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan dan biaya pemasaran. Marjin pemasaran saluran satu peternak plasma adalah Rp 5,739/kg. Marjin pemasaran saluran satu peternak semi plasma adalah Rp 7,192/kg. Marjin pemasaran saluran satu peternak mandiri adalah Rp 6,857/kg. Marjin pemasaran saluran dua peternak mandiri adalah Rp 7,876/kg. Marjin pemasaran saluran tiga peternak mandiri adalah Rp 1,700/kg. Marjin pemasaran saluran empat peternak mandiri adalah Rp 4,524/kg. Berdasarkan marjin pemasaran, saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran tiga peternak mandiri. Dari ketiga pola usahaternak pada saluran pemasaran satu yang paling efisien pada peternak plasma. Farmer’s share saluran satu peternak plasma adalah 74.5 %. Farmer’s share saluran satu peternak semi plasma adalah 68.1 %. Farmer’s share saluran dua peternak semi plasma adalah 100 %. Farmer’s share saluran satu peternak mandiri adalah 69.5 %. Farmer’s share saluran dua peternak mandiri adalah 67.6 %. Farmer’s share saluran tiga peternak mandiri adalah 92.3 %. Farmer’s share saluran empat peternak mandiri adalah 78.7 %. Farmer’s share saluran lima peternak mandiri adalah 100 %. Berdasarkan farmer’s share, saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran dua pada peternak semi plasma dan saluran pemasaran lima pada peternak mandiri. Hal ini karena peternak langsung menjual ayam ras pedaging kepada konsumen antara. Selain itu farmer’s share terbesar lainnya diperoleh pada saluran pemasaran tiga peternak mandiri. Hal ini karena pedagang pengumpul langsung menjual kepada konsumen antara dalam bentuk karkas. Rasio keuntungan dan biaya pemasaran pedagang pengecer pada saluran satu peternak plasma adalah 5.8. Rasio keuntungan dan biaya pemasaran pedagang pengecer pada saluran satu peternak semi plasma adalah 7.7. Rasio keuntungan dan biaya pemasaran pedagang pengecer pada saluran satu peternak mandiri adalah 7.2. Rasio keuntungan dan biaya pemasaran pedagang pengumpul pada saluran dua peternak mandiri adalah 0.5. Rasio keuntungan dan biaya pemasaran pedagang pengecer pada saluran dua peternak mandiri adalah 6.8. Rasio keuntungan dan biaya pemasaran pedagang pengumpul pada saluran tiga peternak mandiri adalah 1.3. Rasio keuntungan dan biaya pemasaran pedagang pengecer pada saluran empat peternak mandiri adalah 4.9. Berdasrkan rasio keuntungan dan biaya pemasaran, pedagang pengecer yang paling efisien terdapat pada saluran pemasaran satu peternak semi plasma dan pedagang pengumpul yang paling efisien terdapat pada saluran pemasaran tiga peternak mandiri. Berdasarkan hasil analisis efisiensi pemasaran ayam ras pedaging pada ketiga pola usahaternak di Kecamatan Gunung Sindur dari segi marjin pemasaran, farmer’s share dan rasio keuntungan dan biaya pemasaran belum efisien. Hal ini karena marjin pemasaran yang diperoleh masih cenderung tinggi, farmer’s share yang diperoleh masih rendah, dan rasio keuntungan dan biaya pemasaran yang diperoleh tidak merata.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130110
      Collections
      • UT - Resources and Environmental Economic [2339]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository