Kajian Pengembangan Pariwisata Bahari dan Perikanan (dengan Pendekatan Ekologis) di Kawasan Pesisir Anyer, Kota Serang
View/ Open
Date
2005Author
Adilynia, Ananda Eka
Yulianda, Fredinan
Yulianto, Gatot
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dilakukan di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, pada bulan Juli- Oktober 2004. Data yang diambil berupa data sekunder dan data primer. Analisa data adalah analisa deskriptif, matriks kesesuaian untuk pariwisata bahari dan pariwisata pantai, persen penutupan karang, analisis persepsi dan preferensi pengunjung dan analisa SWOT.
Persen penutupan terumbu karang di Pulau Sangiang mencapai 50-60 % yang menunjukkan kondisi terumbu karang cukup baik. Tipe pantai yang ada di sepanjang Pantai Anyer adalah pantai berpasir dan pantai berbatu. Hasil analisa kualitas air di Pulau Sangiang, Desa Cikoneng, dan Desa Bandulu sesuai dengan baku mutu air laut untuk wisata bahari berdasarkan Keputusan Menteri KLH no.51 tahun 2004.
Produksi perikanan tangkap tertinggi tahun 2003 pada bulan September yaitu
15.323 kg dan terendah pada bulan November yaitu 110 kg. Produksi perikanan pada tahun 2004 mengalami penurunan yang besar. Hasil analisa kesesuian kawasan untuk kegiatan pariwisata pantai di sepanjang Pantai Anyer adalah 564 (sangat sesuai) dan Pulau Sangiang 222 (sesuai bersyarat).
Hasil analisa kesesuaian kawasan untuk kegiatan pariwisata bahari di Pulau Sangiang
adalah 592 (sesuai bersyarat). Isu dan permasalahan yang terjadi di kawasan pesisir Anyer khususnya kegiatan pariwisata dan perikanan adalah degradasi lingkungan, tata ruang wilayah, keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan informasi dan data penunjang, dan
rendahnya kualitas sumberdaya manusia pelaku kegiatan perikanan dan pariwisata. Hasil analisia SWOT menghasilkan tiga strategi yang menjadi prioritas untuk pengembangan kegiatan pariwisata dan perikanan yaitu pertama, mengatasi pelanggaran aturan-aturan, penyediaan data penunjang, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kedua, meningkatkan kunjungan wisatawan. Ketiga, penyediaan sarana dan prasarana perikanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produksi hasil perikanan.
