View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis manfaat ekonomi dan kelembagaan hutan mangrove pasca rehabilitasi di Kelurahan Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.617Mb)
      Date
      2012
      Author
      Miftahurrohmah
      Hidayat, Aceng
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Hutan mangrove merupakan vegetasi tumbuhan yang hidup di pesisir laut yang memiliki manfaat ekonomi, ekologi dan sosial. Pemanfaatan hutan mangrove Angke Kapuk menyebabkan penurunan fungsi lingkungan. Atas dasar kerugian yang dialami banyak pihak maka adanya kesadaran untuk melakukan rehabilitasi. Pelaksanaan rehabilitasi Angke Kapuk berjalan dengan baik sehingga kawasan semakin asri, hijau, dan rimbun. Terkait dengan itu maka diperlukan penelitian mengenai pelaksanaan rehabilitasi hutan mangrove serta bagaimana Analisis nilai ekonomi dan kelembagaan pasca rehabilitasi di Kelurahan Angke Kapuk, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pelaksanaan rehabilitasi hutan mangrove dimulai dari tahapan inisiasi oleh pemerintah yang diikuti oleh sejumlah aturan formal yang dikelola oleh Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Nilai manfaat ekonomi pasca rehabilitasi meliputi nilai manfaat langsung sebesar Rp. 8.689.724.000,00,-. Nilai manfaat tidak langsung sebesar Rp. 12.285.357.670,80,- dan Manfaat pilihan dengan menggunakan benefit transfer sebesar Rp. 45.832.122,00,-. Manfaat total hutan mangrove Angke Kapuk tahun 2011 sebesar Rp. 21.020.913.790,80,- Aktor yang terlibat dalam pengelolaan kelembagaan hutan mangrove yaitu terdiri dari pemerintah, masyarakat, perusahaan, akademisi dan keamanan. Hubungan aktor dalam pengelolaan kelembagaan hutan mangrove berjalan harmonis dan sinergis. Aturan main dalam kelembagaan meliputi aturan internal dan aturan eksternal, kedua aturan ini yang mengatur kegiatan dalam kelembagaan. Terdapat hak dan batasan dalam penggunaan serta pemanfaatan kawasan. Total biaya transaksi yang dikeluarkan dalam pengelolaan kelembagaan hutan mangrove tahun 2011 mencapai Rp. 2.690.000.000,00,-. Biaya tersebut digunakan untuk biaya informasi, biaya rehabilitasi, biaya pemeliharaan, biaya sosialisasi dan biaya pengawasan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130039
      Collections
      • UT - Resources and Environmental Economic [2339]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository