Dampak keberadaan Bank Sampah Karya Peduli terhadap masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah rumahtangga (Kasus Kampung Beting, Jakarta Utara)
Abstract
Pengelolaan sampah yang dilakukan dalam skala lingkungan permukiman
maupun kota di Indonesia masih bertumpu pada pendekatan akhir (end-of-pipe).
Sampah yang dihasilkan oleh DKI Jakarta dikumpulkan semaksimal mungkin
selanjutnya diangkut untuk dibuang dan diolah di TPA Bantar Gebang, Kabupaten
Bekasi. Sampah yang dihasilkan DKI Jakarta 58 persen berasal dari sampah
rumahtangga (Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta 2011).
Keberadaan Bank Sampah Karya Peduli (BSKP) merupakan wujud
partisipasi masyarakat Kampung Beting untuk membantu program pemerintah
dalam pengelolaan sampah. Bank sampah didirikan agar masyarakat dapat
memperhatikan kondisi lingkungan dan merubah pola pikir masyarakat tentang
sampah sehingga dapat menurunkan timbulan sampah. Tujuan penelitian ini yaitu:
(1)mengidentifikasi pola mekanisme BSKP, (2) menganalisis dampak ekonomi,
sosial, dan lingkungan yang dirasakan masyarakat, (3) menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi produksi sampah rumahtangga disekitar kawasan BSKP.
Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Beting, Kelurahan Semper Barat,
Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Pengambilan data primer dilaksanakan pada
bulan Mei-Juni 2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
primer dan sekunder. Pola mekanisme BSKP diidentifikasi dengan menggunakan
analisis deskriptif kualitatif. Dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dianalisis
dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Faktor-faktor
yang mempengaruhi produksi sampah rumahtangga dianalisis dengan
menggunakan model regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola mekanisme yang dijalankan
Bank Sampah Karya Peduli sudah manajemen yang cukup baik karena
pembentukan sampah sudah direncanakan menyerupai sistem perbankan. Selain
itu masyarakat dapat menggunakan fasilitas dari bank sampah berupa program
simpan pinjam dan pembayaran rekening listrik. Bank Sampah Karya Peduli
mampu mendatangkan manfaat ekonomi tangible yaitu tabungan sampah
memberikan kontribusi tehadap pendapatan responden sebesar 1,50 persen dalam
waktu setahun. Dampak sosial dari keberadaan BSKP yaitu penyerapan tenaga
kerja, perubahan perilaku memilah sampah, dan meningkatknya kemampuan
bersosialisasi anggota karang taruna. Dampak dari keberadaan BSKP terhadap
lingkungan melalui persepsi masyarakat bahwa kondisi lingkungan rumah dinilai
baik serta adanya perbaikan kebersihan lingkungan dengan berkurangnya
tumpukan sampah sehingga meningkatkan kenyamanan. Faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap produksi sampah rumahtangga yaitu jumlah anggota
keluarga, luas rumah, pendapatan rumahtangga, pengeluaran konsumsi
rumahtangga, dan jenis sampah.
