Pengaruh perubahan sistem pola tanam terhadap pendapatan usahatani sayuran organik: Studi kasus Permata Hati Organik Farm di Desa Ciburial, Bogor
Abstract
Sayuran merupakan komoditas hortikultura memiliki nilai tambah bagi pembangunan nasional karena dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakaL Kegiatan usahatani hortikultura khususnya komoditas sayuran yang saat ini mulai banyak dikembangkan, selain memiliki peranan yang sangat besar dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat, komoditas ini juga sangat potensial dan prospektif untuk dijalankan karena metode pembudidayaannya sangat mudah dan sederhana. Seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan, kesejahteraan masyarakat, pola konsumsi dan kesadaran masyarakat akan kesehatan maka masyarakat mulai mengkonsumsi bahan makanan yang bersifat alami. Hal ini menyebabkan pertanian organik sudah diterapkan dan didukung adanya gerakan back to nature. Permata Hati Organic Farm merupakan salah satu perusahaan organik.
Permasalahan yang dihadapi Permata Hati Organic Farm adalah kegiatan usahatani selama ini belum optimal sehingga hasil produksi yang diperoleh belum maksimal. Permalasahan usahatani tersebut terletak pada sistem pola tanam yang belum optimal sehingga turut mempengaruhi pendapatan usahataninya, oleh karena itu dalam penelitian ini permasalahan yang akan dianalisis meliputi : (I) Bagaimana tingkat pendapatan usahatani sayuran organik di Permata Hati Organic Farm, apakah sudah menguntungkan? (2) Bagaimana perbandingan sistem pola tanam, antara pola tanam I (satu bedeng dengan dua jenis tanaman) dan pola tanam 2 (satu bedeng dengan tiga jenis tanaman) dalam upaya peningkatan produksi, manakah yang paling efisien dan menguntungkan? (3) Seberapa besar pengaruh perubahan sistem pola tanam terhadap pendapatan usahatani?
Tujuan dari penelitian ini adalah: (I) Menganalisis tingkat pendapatan usahatani sayuran organik yang dilakukan Permata Hati Organic Farm berdasarkan semua komoditi yang ditanam yaitu sebanyak 28 jenis tanaman (2) Menganalisis perbandingan sistem pola tanam antara pola tanam I (satu bedeng dengan dua jenis tanaman) dan pola tanam 2 (satu bedeng dengan tiga jenis tanaman), dalam upaya peningkatan produksi (3) Menganalisis pengaruh perubahan sistem pola tanam terhadap pendapatan usahatani.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
