Peranan Kepala Desa Dalam Lembaga Gotong Royong: Studi Kasus Desa Benangin I dan Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah
Abstract
lsu penting dalam paradigma pembangunan yang terlalu berorientasi pada
pertumbuhan ekonomi (production centered development) adalah terpinggirkannya
atau melemahnya eksistensi kelembagaari sosial di desa. Oleh karena itu, pentingnya
orientasi pembangunan yang lebih memihak pada masyarakat, terutama di tingkat
pedesaan bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat. Hal ini dapat di
capai dengan menumbuhkan kembali kelembagaan lokai di pedesaan yang selama ini
sempat terpinggirkan. Untuk mencapai suatu tujuan dan sekaligus keberhasilan
pembangunan pada aras desa maka lembaga gotong royong sebagai salah satu
wahana berinteraksi, berkomunikasi agar masyarakat bisa sating membantu dan
bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Di pedesaan terdapat lembaga gotong royong, baik yang berasal dari inisiatif
"alas desa" maupun lembaga gotong royong yang · berasal dari inisiatif "lokal".
Penguatan kelembagaan lokal tersebut memerlukan kepemimpinan pada aras desa.
Untuk itu peranan kepala desa sangat penting di dalam menggerakkan mdsyarakat
melalui lembaga-lembaga yang ada.
Tujuan dari penelitian adalah: 1) untuk mengetahui peranan kepala desa dalam
lembaga gotong royong, baik gotong royong inisiatif "atas desa" maupun gotong
royong dari inisiatif "local” dan 2) untuk mengetahui factor-faklor yang berhubungan
dengan peranan kepala desa dalam lembaga gotong royong.
Peran kepala desa akan dilihat dalam mengkomunikasikan, memotivasi dan
mengkoordinasi dalam kegiatan gotong royong….dst
