Produksi inokulum cendawan mikoriza arbuskular (CMA) dengan menggunakan berbagai media tanam dan pupuk
View/ Open
Date
2003Author
Tampubolon, Jean Levi Octavianus
Santosa, Dwi Andreas
Leiwakabessy, Frederick M
Anas, Iswandi
Metadata
Show full item recordAbstract
Meningkatnya harga pupuk saat ini menjadi beban yang berat bagi masyarakat petani kita karena selama ini mereka sangat tergantung kepada pemakaian pupuk buatan untuk usaha pertanian. Pemanfaatan organisme tanah sebagai biofertilizer seperti cendawan mikoriza arbuskular (CMA) masih kurang. Upaya memperbanyak inokulum CMA untuk digunakan sebagai agen biofertilizer yang ramah lingkungan sehingga dapat membatu petani dalam mengefisienkan pengunaan pupuk menjadi gagasan penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh jenis media tanam, isolat dan pupuk dalam menghasilkan spora cendawan mikoriza arbuskular (CMA).
Percobaan ini dilakukan menurut Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) 2 x 2 x 3 dengan 3 ulangan dengan 6 kali masa panen. Perlakuan media tanam terdiri 2 taraf yaitu: zeolit (M-1) dan tanah+pasir (M-2). Perlakuan isolat terdiri atas 2 taraf yaitu isolat strain 41-3 (Entrophospora colombiana) dan strain 78-1 (Glomus manihotis) serta perlakuan pemupukkan yang terdiri dari: kontrol (P-0), Hyponex (P-1) dan NPK (P-2)
Penelitian ini dimulai dari September 2001 sampai Mei 2002 yang dilaksanakan di rumah kaca Jurusan Tanah. Berdasarkan hasil sidik ragam jenis media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah spora (Sp), derajat infeksi (DI) bobot basah (BB), bobot kering (BK), bobot akar (BA) dan tinggi tanaman (TT). Media tanam tanah (M-2) memberikan pengaruh yang paling baik.
Isolat berpengaruh nyata terhadap bobot basah (BB) dan jumlah spora (Sp). derajat infeksi akar (DI) dan bobot akar (BA). Jumlah spora yang dihasilkan pada media tanam tanah (M-2) lebih banyak dibandingkan media tanam zeolit (M-1). Isolat Entrophospora colombiana (1-1) berkembang baik pada media zeolit. Isolat Glomus manihotis (1-2) menghasilkan jumlah spora yang paling banyak pada media tanah+pasir.
Perlakuan pemupukan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah spora (Sp) derajat infeksi (DI) bobot akar (BA), bobot basah (BB) dan bobot kering (BK) yang dihasilkan. Jenis pupuk NPK (urea, SP-36 dan KCI) dapat menggantikan penggunaan dari pupuk Hyponex.
