View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi Pengaruh Ekstrak Biji Bengkuang (Pachyrhizus erosus) terhadap Kell1all1puan Hidup Larva Caplak Anjing (Rhipicephalus sanguineus)

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (146.4Kb)
      Full Text (1.652Mb)
      Date
      2002
      Author
      Kartika, Dian
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pemanfaatan tUll1buh-tumbuhan yang menghasilkan metabolit sekunder berupa pestis ida atau insektisida merupakan salah satu us aha untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai pestisida botani adalah bengkuang, Pachyrhizus erosus. Biji bengkuang mengandung zat-zat seperti rotenone, pachyrrhizid, pachyrrhizine, saponin, dan lain-lain yang bekelja secm·a sinergis sebagai insektisida dan juga akarisida. Penelitian ini beliujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak biji bengkuang yang tepat untuk memberantas dan mengendalikan caplak anjing, Rhipicephalus sanguineus, khususnya pada stadium larva. Ekstrak biji bengkuang dibuat dengan cara menyaring campuran tepung biji bengkuang dengan pelarut air, etanol 96%, atau metanol 96%. Sepuluh ekor larva caplak dicelupkan ke dalal11 ekstrak biji bengkuang dalam konsentrasi tertentu selal11a 1 menit. Pengamatan dilakukan 24 jam kemudian dengan menggunakan mikroskop stereo. Parameter yang dial11ati adalah mortalitas larva caplak anjing. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa konsentrasi ekstrak biji bengkuang yang tepat untuk memberantas dan mengendalikan larva caplak anjing adalah 0,2% untuk pelarut air, 0,08% etanol, dan 0,8% metano!. Melalui analisa pro bit diperoleh LCso untuk tiap jenis pelarut. LCso ekstrak biji bengkuang dalam pelarut air adalah 0,088%; 0,093% untuk pelarut etanol; dan 0,117% untuk pelarut metano!' Persamaan linier yang diperoleh adalah Yair = 1,9418 X + 0,188 (R2 = 0,7582); Yetanol = 0,463 X + 0,321 (R2 = 0,5484); dan Ymetanol = 0,402 X + 0,3151 (R2 = 0,5615).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/12969
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2188]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository