Penerapan Metode Dua Tahap Dalam Penggerombolan Data Berskala Campuran (Studi Kasus: Potensi Desa di Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2011)
Abstract
Umumnya metode penggerombolan mengasumsikan data memiliki skala
numerik saja atau kategorik saja. Namun pada kenyataan, sering didapatkan data
berskala campuran, yaitu memiliki skala kategorik dan juga numerik. Jenis data
berskala campuran apabila diterapkan metode penggerombolan klasik menjadi
kurang efektif. Salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam penanganan data
berskala campuran, yaitu dengan pendekatan metode dua tahap. Pendekatan ini
merupakan analisis gerombol dua tahap untuk menggerombolkan data yang
memiliki peubah campuran. Tahapan dalam pendekatan ini ialah mengubah
peubah kategorik menjadi peubah numerik sehingga penerapan analisis gerombol
berskala numerik dapat diterapkan. Berdasarkan hasil pengerombolan pada data
Podes 2011 wilayah Jawa Barat dihasilkan 2 gerombol sebagai gerombol akhir,
yaitu gerombol perkotaan dan gerombol perdesaan. Peubah yang menjadi ciri
pada gerombol perkotaan ialah Peubah Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk,
dan Peubah Jumlah Minimarket. Sedangkan peubah yang menjadi ciri pada
gerombol perdesaan ialah Peubah Sumber Penghasilan Utama berupa pertanian,
tidak adanya pertokoan atau Peubah Pertokoan, dan tidak adanya Bank Umum
atau Peubah Bank Umum.
