Dinamika pemusatan dan distribusi spasial perubahan penutupan lahan: studi kasus wilayah Jabodetabek
View/ Open
Date
2007Author
Wulandhana, Sandi Anangga
Rustiadi, Ernan
Ardiansyah, Muhammad
Metadata
Show full item recordAbstract
Wilayah Jabodetabek merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki perubahan penutupan lahan yang cukup dinamis terutama di wilayah DKI Jakarta. Sebagai ibukota negara, DKI Jakarta merupakan pusat segala aktivitas dari berbagai aspek kehidupan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap penutupan lahan yang ada di Jakarta dan juga wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Jakarta. Dampak dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali diantaranya krisis sumberdaya air, banjir dan kekeringan, berkurangnya luas dan kualitas hutan, meningkatnya luas lahan kritis, semakin terbatasnya lahan untuk permukiman dan masalah transportasi (Bappeda Kabupaten Bandung, 2007). Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui sebaran dan pola perubahan penutupan lahan; (2) untuk mengetahui lokasi pemusatan dan laju pertumbuhan penutupan lahan di Jabodetabek, dan; (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penutupan lahan di Jabodetabek. Analisis Location Quotient (LQ) digunakan untuk mengetahui pemusatan
penutupan lahan di Jabodetabek, sedangkan Analisis Shift Share (SSA) digunakan
untuk mengetahui penutupan lahan yang memiliki laju pertumbuhan yang
tertinggi. Analisis Regresi Berganda digunakan untuk mengetahui faktor-faktor
penentu penutupan lahan di Jabodetabek Pada lima titik waktu yang diamati yaitu tahun 1972, 1983, 1992, 2000, dan 2005, pemusatan penggunan lahan ruang terbangun ada di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Pada tahun-tahun terakhir, penutupan lahan hutan dan kebun campuran terpusat di Kabupeten Bogor. Untuk sawah terpusat di wilayah Tangerang dan Bekasi...
Laju pertumbuhan penutupan lahan tertinggi pada periode tahun 2000-2005, untuk penutupan lahan ruang terbangun terdapat di Kota Depok. Laju penurunan tertinggi untuk lahan hutan ada pada Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi. Untuk kebun campuran dan sawah secara umum laju pertumbuhan tertinggi ada pada Kabupaten Bekasi dan Tangerang
Pada tahun 2000 dan 2005, peningkatan luas penutupan lahan ruang terbangun dipengaruhi oleh aksesibilitas yang baik dan tingkat kemiskinan yang rendah. Penurunan luas penutupan lahan hutan dan kebun campuran dipengaruhi oleh peningkatan luas penutupan lahan ruang terbangun dan sawah. Sedangkan penurunan luas penutupan laban sawah dipengaruhi oleh peningkatan luas penutupan lahan ruang terbangun dan kebun campuran.
