Sebaran hasil tangkapan jaring rampus berdasarkan ketinggian dan lembar jaring
Abstract
Jaring rampus dikelompokkan ke dalam bottom gill net. Ukuran mata jaring yang digunakan pada jaring insang umumnya disesuaikan dengan ukuran ikan yang menjadi target penangkapan. Saat dioperasikan jaring insang tidak berbentuk 4 persegi panjang yang terbentang tegak lurus terhadap dasar perairan. Bentuknya dapat berubah-ubah dan sangat dipengaruhi oleh gaya-gaya yang bekerja terhadap jaring, baik gaya internal maupun eksternal. Akibat adanya gaya-gaya tersebut, bukaan dan bentuk mata jaring akan berubah-ubah. Selanjutnya, proyeksi horizontal mata jaring pada setiap bagian jaring juga berbeda. Padahal, proyeksi mata jaring ini sangat menentukan cara dan ukuran ikan yang tertangkap. Akibatnya, kemampuan setiap bagian jaring rampus untuk menangkap jenis dan ukuran ikan tidak sama. Pada penelitian ini dilakukan operasi penangkapan ikan menggunakan jaring rampus yang telah dibagi ke dalam tiga ketinggian jaring, yaitu bagian atas, tengah, dan bawah. Hal ini dilakukan untuk melihat sebaran hasil tangkapan dan cara tertangkapnya ikan pada setiap bagian jaring tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi hasil tangkapan jaring rampus dan menentukan sebaran ikan tangkapan jaring rampus berdasarkan jumlah dan cara tertangkap. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif dan metode selektivitas Matsuoka (1995).
Jumlah ikan hasil tangkapan selama penelitian sebanyak 275 ekor, terdiri atas 17 spesies. Ikan yang menjadi hasil tangkapan dominan adalah pepetek sebanyak 72 ekor (26,18%). Ikan hasil tangkapan jaring rampus umumnya tertangkap dengan cara gilled sebanyak 123 ekor (45,05%). Berdasarkan posisi tertangkapnya untuk setiap ketinggian jaring, hasil tangkapan sebagian besar tertangkap pada bagian bawah jaring sebanyak 230 ekor (83,63%). Posisi tertangkapnya ikan hasil tangkapan untuk setiap lembar jaring paling banyak tertangkap pada lembar jaring ke-2 dan 4, masing- masing sebanyak 41 ekor (14,9%). Pengukuran selektivitas hanya dapat dilakukan pada spesies pepetek secara keseluruhan jaring, per lembar jaring (pada lembar jaring ke-5 dan 8), dan pada bagian bawah jaring. Dari hasil estimasi didapatkan nilai selektivitas maksimum jaring rampus terhadap pepetek pada bagian bawah jaring, lembar ke-5, lembar ke-8 dan total tidak sama, yaitu masing-masing 0,860; 0,950; 0,728; dan 0,787.
