Pola produksi dan sistem distribusi dalam industri jangkar:kasus perusahaan jangkar tradisional di Tangerang, Banten
Abstract
Sampai saat ini tidak ada referensi yang memadai mengenai keberadaan dan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada industri jangkar di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pola produksi dan sistem distribusi perusahaan jangkar di Tangerang, Banten; (2) Menyusun rekomendasi pengembangan perusahaan jangkar di Tangerang, Banten.
Penelitian dilaksanakan di perusahaan pembuatan jangkar di Tangerang serta tempat-tempat pendistribusian jangkar di sekitar wilayah Jakarta. Pengumpulan informasi dan data yang digunakan pada penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan wawancara berstruktur. Aspek yang diteliti meliputi aspek produksi, distribusi serta kebijakan yang mendukung perusahaan jangkar yang diteliti.
Perusahaan dimiliki oleh satu orang yang merangkap sebagai pengelola. Perusahaan memiliki modal yang terbatas. Kekayaan bersih yang dimiliki oleh perusahaan kurang dari 100 juta rupiah. Kekayaan tersebut terdiri dari peralatan untuk memproduksi jangkar, komputer dan tabungan yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan juga tidak memiliki izin usaha. Dalam proses pembuatan jangkar, peralatan yang digunakan masih tergolong sederhana. Terdapat dua cara dalam proses pembuatan jangkar yaitu dengan cara pengelasan dan menggunakan cetakan. Perusahaan menggunakan cara pengelasan dalam proses pembuatan jangkar sehingga berat jangkar yang diproduksi hanya terbatas pada skala 5-200 kg. Pola produksi dimulai dari pemesanan yang terdiri dari bentuk jangkar, ukuran jangkar dan banyaknya jangkar yang dipesan. Input tersebut sebagai landasan bagi perusahaan untuk memesan bakan baku berupa besi bekas. Dalam pembuatan jangkar, urutan proses produksi yang dilakukan adalah pemotongan, penimbangan, pembentukan, pengelasan dan pengecatan.
