Model peramalan harga beras dengan pendekatan generalized space time (GST) (Studi kasus di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten)
View/ Open
Date
2015Author
Yusrina, Felycitia Iradati
Sumertajaya, I Made
Susetyo, Budi
Metadata
Show full item recordAbstract
Harga beras yang fluktuatif memiliki unsur keterkaitan dengan kejadian
pada waktu-waktu sebelumnya. Selain itu harga beras juga dipengaruhi oleh
ketersediaan stok beras di suatu lokasi. Dalam memenuhi ketersediaan tersebut,
setiap lokasi membutuhkan lokasi sekelilingnya untuk menyediakan komoditas
beras yang tidak dapat dipenuhi sendiri oleh lokasi yang bersangkutan. Dengan
demikian harga beras tidak hanya dipengaruhi oleh waktu melainkan dipengaruhi
oleh keterkaitan antar lokasi. Model Peramalan yang dapat menggabungkan unsur
ketergantungan waktu dengan lokasi adalah generalized space time (GST) yang
ordo waktunya didekati dengan autoregressive integreted moving average
(ARIMA). Model GST merupakan pengembangan dari space time yang memiliki
kelamahan yaitu mengisyarakatkan nilai-nilai parameter untuk semua lokasi sama.
Model GST lebih realistis, karena pada kenyataannya lebih banyak ditemui model
dengan parameter model yang berbeda untuk lokasi yang berbeda. Model GST
yang didapatkan pada data harga beras provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan
Banten adalah GSTARI(3,1) dengan matriks pembobot seragam dan invers jarak.
Model GST memiliki tingkat peramalan yang lebih baik daripada model ARIMA.
