View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Estimasi nilai kerugian ekonomi dan willingness to accept pelaku usaha akibat banjir di kawasan perniagaan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (784.7Kb)
      Date
      2010
      Author
      Hulumuda, Diadzani Junassar
      Putri, Eka Intan Kumala
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pembangunan berkelanjutan memiliki tiga aspek utama, yaitu ekonomi, sosial, dan ekologi yang saling berkaitan dan mendukung dalam perkembangan setiap aspeknya. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus juga dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata agar tidak terjadi ketimpangan sosial. Kedua hal tersebut akan berjalan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek ekologi suatu negara. Semakin minim degradasi lingkungan yang diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi, maka akan semakin lama pembangunan tersebut dapat berjalan. Pengumpulan data untuk keperluan penelitian ini dilakukan di Jalan Otto Iskandardianta, Jakarta Timur. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebijakan pemerintah dan penilaian pelaku usaha terhadap banjir, mengestimasi nilai kerugian ekonomi akibat dari banjir, dan mengestimasi besar nilai kompensasi yang bersedia diterima oleh pelaku usaha bila terjadi banjir di kawasan perniagaan. Estimasi nilai kerugian dilakukan dengan pendekatan Pendapatan yang Hilang antara Januari 2007 sampai Juni 2010. Estimasi nilai Willingness to Accept (WTA) dilakukan dengan pendekatan Contingent Valuation Method (CVM). Hasil dari penelitian ini didapat bahwa pelaku usaha tidak menerima kompensasi dari pemerintah bila banjir terjadi. Hal yang telah dilakukan pemerintah antara lain pelebaran selokan, pendalaman selokan, penambahan pompa untuk mengurangi genangan air, penyelesaian banjir kanaal, dan pembentukan sistem peringatan dini. Sebagai dampak dari banjir, sebanyak 88 persen responden menilai pendapatan menurun, 77 persen menilai tidak mengalami gangguan kesehatan, 40 persen dan 63 persen menilai kualitas udara dan air sama saja, dan 72 persen menilai kualitas jalan menurun. Adapun nilai kerugian ekonomi yang terjadi akibat banjir di sepanjang Jalan Otto Iskandardinata diestimasi dengan pendekatan Pendapatan yang Hilang yaitu sebesar Rp 350.677,93 per hari terjadinya banjir. Nilai WTA responden sebagai akibat dari terjadinya banjir adalah sebesar Rp 491.666,67 per hari terjadinya banjir. Nilai ini seharusnya dikompensasi oleh pemerintah bila terjadi banjir di sepanjang Jalan Otto Iskandardinata sebagai akibat dari terganggunya aktifitas usaha dari pelaku usaha.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129441
      Collections
      • UT - Resources and Environmental Economic [2339]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository