Analisis strategi pemasaran emping melinjo pada pusat koperasi pertanian(PUSKOPTAN) pengembangan Banten
Abstract
Lingkungan usaha emping melinjo yang ada di Kabupaten Pandeglang bersifat dinamis dan selalu berubah. Dari lingkungan eksternal, nampak adanya peningkatan jumlah pesaing dan tingkat persaingan di antara unit-unit usaha dalam memasarkan komoditi emping melinjo yang dihasilkannya. Sedangkan dari lingkungan internal, nampak bahwa dalam menjalankan usahanya, Puskoptan Pengembangan Banten masih menghadapi berbagai kendala dan permasalahan. Dalam hal proses produksi, Puskoptan Pengembangan Banten dihadapkan pada masih rendahnya kapasitas produksi yang bisa dicapai. Lebih parah lagi, dari jumlah emping melinjo yang dihasilkan tersebut, tidak semuanya laku terjual. Semua hal yang dijelaskan di atas pada akhirnya menuntut Puskoptan Pengembangan Banten untuk dapat merumuskan suatu strategi yang dapat membantu koperasi untuk dapat mencapai tujuannya
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui strategi (bauran) pemasaran yang telah diterapkan oleh koperasi; (2) mengidentifikasi faktor-faktor internal koperasi yang dapat menjadi kekuatan dan kelemahan bagi koperasi (3) mengidentifikasi faktor-faktor eksternal koperasi yang dapat menjadi peluang dan ancaman bagi koperasi; dan (4) menyusun alternatif strategi pemasaran baru yang dapat diterapkan Puskoptan Pengembangan Banten. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif yang digunakan adalah analisis bauran pemasaran, analisis lingkungan koperasi, dan analisis SWOT Metode kuantitatif yang digunakan adalah Matriks IFE, Matriks EFE, dan Matriks IE.
Emping melinjo yang dihasilkan oleh Puskoptan Pengembangan Banten di kemas dalam berbagai jenis, rasa, dan kemasan, yaitu kemasan plastik, toples, kardus, dan dalam bentuk parcel. Pada tiap-tiap kemasan yang digunakan tercantum merek dagang, keterangan rasa, izin Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
