Simulasi Model Antrian Bongkar Kapal Ikan di PPI Gebang Mekar, Cirebon
Abstract
Simulasi antrian dilakukan jika sebaran data yang diperoleh tidak sesuai dengan
asumsi model antrian baku. Dalam penelitian ini, dilakukan proses simulasi dengan
mencoba beberapa nilai dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan pada
sistem antrian. Faktor penyebab tersebut dapat berupa laju kedatangan dan waktu
antar kedatangan, laju pelayanan dan waktu pelayanan, serta jumlah unit fasilitas
pelayanan. Percobaan dengan merubah masukan laju kedatangan tidak dilakukan
karena cukup sulit diterapkan di PPI Gebang Mekar.
Hasil simulasi terhadap kondisi saat ini menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan
sudah bekerja secara optimum pada laju kedatangan 159 kapal/hari dan laju
pelayanan 135 kapal/hari. Hal ini ditunjukkan dengan panjang antrian sebanyak 18
kapal, waktu tunggu rata-rata 1,4456 jam (WTA VG = 1.26' .44, 16"), total waktu
menunggu 43,3696 jam (TOTWT=43.22'.10,56") dan fraksi menganggur rata-rata
setiap unit pelayanan adalah 0,2574.
Hasil analisis kepekaan simulasi dan analisis biaya model antrian menunjukkan
adanya sebuah kebijakan yang paling optimal, yaitu mempertahankan kondisi pada
saat ini dengan lebih mengoptimumkan laju pelayanan pada fasilitas pelayanan yang
tersedia. Kebijakaan ini dipilih karena biaya total yang diperlukan paling sedikit bila
dibandingkan alternatif yang lain. Biaya total tersebut adalah sebesar
Rp 1.484.262,61/hari.
