Keragaman dan korelasi antara peubah pertumbuhan dan produksi pada delapan varietas kacang tanah (Arachis hypogaea L.)
View/ Open
Date
2010Author
Keloko, Seriulina N. Br. S.
Purnamawati, Heni
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati karakteristik pertumbuhan yang
mempengaruhi pengisian polong dan produksi pada delapan varietas kacang
tanah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Lewikopo, Darmaga, Bogor
dari Februari hingga Juli 2010. Lokasi penelitian memiliki jenis tanah Latosol.
Metode penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak
(RKLT) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari satu faktor yaitu delapan
varietas kacang tanah sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Varietas kacang
tanah yang digunakan adalah varietas Badak, Garuda3, Jerapah, Kancil, Mahesa,
Singa, Tapir, dan Trenggiling. Analisis data menggunakan uji F dan apabila
terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test
(DMRT). Analisis korelasi dilakukan antara peubah pertumbuhan dan komponen
produksi.
Hasil percobaan menunjukkan varietas Mahesa memiliki pertumbuhan
tajuk yang baik selama pertumbuhan tetapi jumlah polong total dan bobot kering
polong per tanaman yang dihasilkan nyata lebih rendah yang berdampak pada
rendahnya produktivitas polong dan biji. Varietas Garuda3 memiliki pertumbuhan
tajuk yang baik hanya sampai fase pembentukan polong. Jumlah polong total per
tanaman yang dihasilkan nyata terendah tetapi baik dalam pengisian polong
sehingga menghasilkan persentase polong penuh yang tinggi. Varietas Singa
memiliki pertumbuhan tajuk yang rimbun selama pertumbuhan tetapi
menghasilkan bobot kering polong yang rendah karena pertambahan jumlah
ginofor banyak sehingga kurang dalam waktu pengisian polong dan banyak
menghasilkan persentase polong cipo. Varietas Kancil memiliki pertambahan
daun, batang, dan polong yang tidak mencolok selama pertumbuhan.
Produktivitas polong dan biji yang dihasilkan tinggi yang didukung oleh rata-rata
jumlah polong penuh yang dihasilkan tinggi sehingga persentase polong penuh
juga tinggi akibat dari waktu pengisian polong yang panjang.
iii
Varietas Badak memiliki pertumbuhan tajuk yang rimbun selama
pertumbuhan dan jumlah polong total dan polong setengah penuh yang dihasilkan
nyata lebih banyak serta rata-rata jumlah polong penuh dan polong cipo yang
banyak. Akibatnya produktivitas polong yang dihasilkan tinggi tetapi
produktivitas bijinya rendah. Varietas Jerapah memiliki pertambahan daun,
cabang, ginofor, dan polong yang tidak mencolok selama pertumbuhan dan laju
pertumbuhan maksimum dari periode awal bunga sampai pembentukan polong.
Varietas Jerapah kurang dalam membentuk polong dilihat dari jumlah polong total
dan polong setengah penuh yang dihasilkan nyata lebih rendah dan rata-rata
jumlah polong cipo terendah. Varietas Tapir memiliki pertumbuhan tajuk yang
terus meningkat selama pertumbuhan dan baik dalam pengisian polongnya
sehingga menghasilkan persentase polong penuh yang tinggi. Varietas
Trenggiling memiliki laju pertumbuhan yang tidak terlalu mencolok. Jumlah
polong total dan polong setengah penuh yang dihasilkan nyata lebih rendah tetapi
dapat menghasilkan produktivitas polong dan biji yang tinggi.
Korelasi antara parameter pertumbuhan dengan komponen hasil
menunjukkan bahwa persentase polong penuh dipengaruhi oleh bobot kering
ginofor saat pembentukan polong dan bobot kering polong saat menjelang panen.
Persentase polong cipo dipengaruhi oleh bobot kering ginofor dan bobot kering
polong saat menjelang panen. Indeks panen tanaman dipengaruhi oleh ILD selama
pertumbuhan dan CGR saat menjelang panen. Produktivitas polong dipengaruhi
oleh hasil indeks panen sementara itu produktivitas biji dipengaruhi oleh
persentase polong penuh.
