View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis faktor-faktor yang memengaruhi output industri bubuk cokelat di Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (464.5Kb)
      Date
      2010
      Author
      Betamura, Nur Sella
      Widyastutik
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Cokelat (Theobroma cacao Linn) merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan Indonesia yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Pada tahun 2007, Indonesia merupakan eksportir dunia ketiga terbesar dengan pangsa 16,19 persen dari total ekspor cokelat dunia sedangkan dari sisi produksinya, Indonesia merupakan produsen cokelat terbesar kedua di dunia dengan jumlah produksi sebesar 19,66 persen dari total produksi dunia setelah Pantai Gading. Data produksi cokelat Indonesia tersebut mengindikasikan bahwa biji cokelat di Indonesia sangat melimpah, seharusnya hal tersebut menjadikan industri pengolahan cokelat (salah satunya industri bubuk cokelat) berkembang dengan pesat. Namun kenyataannya, industri bubuk cokelat ini menghadapi masalah produksi, dimana industri ini harus meminimisasi biaya produksi. Ketersediaan input pada industri bubuk cokelat pun kurang memadai yang akhirnya berpengaruh terhadap tingkat output yang dihasilkan. Minimnya ketersediaan input misalnya seperti terbatasnya jumlah bahan baku baku akibat banyaknya pohon cokelat di Sulawesi (sentra produksi cokelat) yang kurang produktif. Selain itu, karakteristik industri bubuk cokelat yang lebih mendekati konsumen dibandingkan mendekati bahan baku membuat keberadaan perusahaan di industri ini lebih banyak tersebar di Pulau Jawa daripada di Pulau Sulawesi. Hal ini tentu saja menimbulkan biaya transaksi yang tidak sedikit untuk transaksi bahan baku dari Pulau Sulawesi (sentra produksi cokelat) ke Pulau Jawa (sentra industri pengolahan cokelat). Masalah lainnya adalah adanya kenaikan tarif dasar listrik untuk industri pada tahun 2005, padahal industri bubuk cokelat ini merupakan industri yang lebih banyak menggunakan tenaga mesin dibandingkan tenaga kerja, oleh karena itu, guncangan harga yang terjadi pada tenaga listrik yang digunakan sebagai input produksi industri bubuk cokelat juga akan memengaruhi tingkat output yang dihasilkan…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129039
      Collections
      • UT - Economics and Development Studies [3214]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository