Analisis dampak keberadaan LKM terhadap perkembangan UMKM dan penyebab kendala akses UMKM terhadap lembaga keuangan formal : studi kasus BRI unit Kramat Jati Induk di Provinsi DKI Jakarta
Abstract
UMKM di Indonesia memiliki dua sisi yang cukup unik, di satu sisi Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran dan potensi yang sangat
besar dalam perekonomian Indonesia bahkan untuk mengatasi kemiskinan di
Indonesia, namun di sisi lain UMKM juga memiliki banyak permasalahan.
Menurut data BPS, tiga permasalahan terbesar UMKM secara berurutan adalah
kesulitan modal, pengadaan bahan baku dan pemasaran (Ismawan, 2003). Untuk
mengatasi masalah permodalan dari UMKM, muncul Lembaga Keuangan Mikro
(LKM) yang dapat mengakomodir kebutuhan permodalan UMKM sesuai dengan
kondisi dan segala keterbatasan yang dimiliki oleh UMKM.
LKM hadir sebagai solusi yang diharapkan dapat membantu
pengembangan UMKM dan tentunya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Menurut Zeller dan Meyer (2002), kinerja LKM dapat dilihat dari tiga faktor yaitu
keberlanjutan finansial (financial sustainability), keterjangkauan (outreach) dan
dampak keberadaan LKM itu sendiri (impact). Dampak LKM merupakan hal yang
sangat penting untuk diteliti. Maka, menjadi penting untuk meneliti dampak
keberadaan LKM terhadap pengembangan UMKM. LKM yang akan diukur
dampaknya adalah BRI unit Kramat Jati Induk di Provinsi DKI Jakarta. Variabel
dampak yang diukur dalam penelitian ini adalah penggunaan tenaga kerja, omset
usaha, tingkat keuntungan, serta jumlah aset yang dimiliki. Data yang ada
kemudian dianalisis, dan dari variabel tersebut dapat dianalisis dampak yang
diberikan BRI unit Kramat Jati Induk kepada UMKM yang menerima pinjaman
dana dari BRI unit Kramat Jati Induk.
Selain dampak (impact), menurut Zeller dan Meyer (2002),
keterjangkauan (outreach) adalah hal yang juga sangat penting bagi LKM ataupun
lembaga keuangan formal lainnya. Namun, ternyata fakta di lapangan menyatakan
bahwa kehadiran LKM pun belum dapat dirasakan oleh seluruh UMKM secara
merata atau dengan kata lain sebagian UMKM pun ternyata masih mengalami
kendala dalam mengakses LKM, khususnya bagi LKM yang bersifat formal.
Dengan fakta tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa sebagian besar UMKM
ternyata masih mengalami kendala dalam mengakses lembaga keuangan formal
secara keseluruhan, baik dari perbankan konvensional, maupun dari LKM yang
bersifat formal, termasuk BRI unit Kramat Jati Induk yang merupakan jenis LKM
formal. Berdasarkan hal tersebut, maka menjadi menarik dan penting untuk
mengetahui penyebab kendala UMKM dalam mengakses lembaga keuangan
formal, dalam hal ini BRI unit Kramat Jati Induk, agar kedepannya dapat
dilakukan evaluasi sehingga UMKM secara keseluruhan dapat memiliki akses
yang lebih baik terhadap LKM maupun lembaga keuangan formal lainnya. Oleh
karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak yang diakibatkan
oleh keberadaan LKM, dalam hal ini BRI unit Kramat Jati Induk terhadap
perkembangan UMKM yang memperoleh dana pinjaman dari BRI unit Kramat
Jati Induk dan mengetahui penyebab UMKM yang mengalami kendala dalam
mengakses pinjaman dari lembaga keuangan formal (BRI unit Kramat Jati Induk)...
