Aktivitas dan Stabilitas Biosensor Antioksidan Berbasis Ekstrak Protein dan Sel Deinococcus radiodurans Terimobilisasi Zeolit Alam
View/ Open
Date
2015Author
Maris, Fatharani
Pradono, Dyah Iswantini
Nurhidayat, Novik
Metadata
Show full item recordAbstract
Kestabilan biosensor antioksidan dari beberapa hasil penelitian beberapa
tahun ini sangat rendah, yaitu kurang dari 24 jam. Penelitian ini bertujuan
meningkatkan dan memaksimumkan aktivitas biosensor dengan
mengoptimumkan konsentrasi dan jenis aktivasi zeolit. Berdasarkan hasil didapat
bahwa protein teriimobilisasi zeolit dengan konsentrasi 1.2% yang diaktivasi
dengan NaOH 0.1 M memiliki arus oksidasi tertinggi, yaitu 14.81 μA.
Penggunaan sel utuh Deinococcus radiodurans sebagai bioreseptor pada
biosensor antioksidan merupakan upaya meningkatkan stabilitas. Namun, hasil
yang didapat menunjukkan bahwa kestabilan tertinggi tetap dicapai oleh ekstrak
protein D. radiodurans, yaitu selama 8 jam dengan persen aktivitas yang tersisa
sebesar 73%. Sel utuh D. radiodurans memiliki persen aktivitas sebesar 62% pada
jam ke-2. Hal ini disebabkan karena superoksida dismutase (SOD) adalah enzim
yang bersifat indusibel sehingga perlu diinisiasi oleh suatu lingkungan ekstrem
sebagai pemicu untuk mensintesis SOD dalam tubuhnya.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
