Persentasi karkas giblet lemak abdomen dan kualitas karkas ayam broiler grade A dan B
View/ Open
Date
2004Author
Kelana, Ade Irwan
Rukmiasih
Hardjosworo, Peni S.
Metadata
Show full item recordAbstract
Kualitas bibit sangat menentukan keberhasilan dalam budidaya ayam broiler.
Penggunaan bibit kualitas yang baik diharapkan dapat menghasilkan produk yang
optimal dengan biaya produksi rendah. Suatu penelitian tentang pengaruh kualitas
bibit terhadap penampilan ayam broiler telah dilakukan di laboratorium lapangan
Ilmu Produksi Ternak Unggas, Departemen Ilmu Produksi Ternak, Fakultas
Peternakan, Institut Pertanian Bogor, dari bulan Agustus sampai dengan bulan
September 2001. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase
karkas, giblet (hati, jantung, rempela), lemak abdomen dan kualitas karkas serta
Income Over Feed and Chick cost (IOFC) ayam broiler yang berasal dari DOC
grade A (baik), dan gradeB (kurang baik), sebagai tolak ukur bagi peternak dalam
memilih bibit DOC untuk budidaya ayam broiler.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam broiler umur enam minggu sebanyak 92 ekor grade A (37 ekor jantan dan 55 ekor betina) dan 73 ekor grade B (34 ekor jantan dan 39 ekor betina), untuk mengetahui pengaruh perlakuan digunakan Rancangan Acak Lengkap (Steel dan Torrie, 1995), sebagai perlakuan adalah grade, setiap grade terdiri atas tiga ulangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa grade DOC tidak berpengaruh nyata terhadap rataan bobot potong (GA 1994,34 132,48, GA 1816,57 + 31,85 dan GB1929,92 64,81 GB 1792,71 68,24 g/ekor), begitu juga dengan persentase karkas (GA 67,85 0,55, GA Q 67,88 ± 1,01 dan GB 67,76 0,88, GB 67,15 0,79 %), tetapi sangat terlihat jelas perbedaannya terhadap ukuran karkas berdasarkan bobotnya, grade A lebih unggul, karena persentase ukuran karkas besar (1200 1500 g) untuk grade A jantan maupun betina lebih banyak dibandingkan dengan grade B (GA & 78,4 %, GB 67,8 % dan GA 61,8 %, GB 53,6 %), sedangkan ukuran karkas grade B lebih banyak masuk ke dalam ukuran sedang/medium (1000-1200 g) dan kecil (800- 1000 g). Kualitas karkas berdasarkan kelengkungan dada dan panjang dada grade A lebih baik dibandingkan dengan grade B, karena persentase kualitas karkas mutu I (grade A) untuk grade A jantan maupun betina lebih banyak dibandingkan dengan grade B (GA 76,64 ± 17,34, GB 63,81 11,98 dan GA 62,33 ± 5,90, GB Q 54,21 ± 20,93 %), sedangkan karkas grade B lebih banyak menghasilkan kualitas karkas mutu II (grade B) dan mutu III (grade C).
