Analisis efektivitas pengaruh suku bunga SBI terhadap kondisi kondisi makroekonomi di Indonesia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Abstract
Melalui sasaran operasional suku bunga SBI, Bank Indonesia mengharapkan tercapainya kestabilan makrokeonomi yang mantap (peningkatan butput, pengendalian laju inflasi dan kestabilan nilai tukar). Namun ditengah- engah tingginya tingkat inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, Bank Indonesia justru mengeluarkan kebijakan penurunan suku bunga SBI ahun 2002 yang bertujuan menyelamatkan sistem intermediasi perbankan guna memacu kinerja sektor riil sehingga nantinya dapat memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi. Lonjakan inflasi dan nilai tukar yang cenderung terdepresiasi sepanjang periode 1999-2006 terus terjadi disebabkan oleh guncangan dari resesi perkonomian dunia dan kenaikan harga minya dunia yang terjadi dalam beberapa tahun. Kondisi kestabilan perekonomian negara dapat mengalami siklus naik turun. Sehingga agar perekonomian berada dalam kondisi stabil, pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia perlu melakukan langkah stabilisasi makro, dengan mengelola sisi permintaan dan penawaran suatu perekonomian agar mengarah pada kondisi keseimbangan, yaitu dengan menetapkan SBI sebagai instrumen kebijakan moneter. Kondisi makroekonomi tetap menjadi landasan pertimbangan bagi Bank Indonesia untuk menetapkan tingkat suku bunga Säl terkait tujuan perkonomian yang mantap. Variabel makroekonomi yang dibahas dalam penelitian ini adalah output, investasi, suku bunga SBI, jumlah uang beredar (M2), nilai tukar dan investasi.
Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah menganalisis efektifitas pengaruh suku bunga SBI terhadap kondisi makroekonomi di Indonesia output melalui jalur investasi, inflasi melalui pengendalian jumlah uang beredar dan nilai tukar sedangkan yang kedua adalah Menganalisis variabel makroekonomi apa saja yang mempengaruhi suku henga SBI
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode VAR yang dilanjutkan dengan VBCM. Pengujian kestasioneran data yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada uji Augmented Dickey Fuller (ADF Test), uji penetapan lag optimal didasarkan pada uji Schwarz Information Criteria (SC) dan uji kointegrasinya berdasarkan pendekatan Johansen. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDB Riil, IHK, M2, Suku bunga SBI, investasi dan
nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek suku bunga SBI belum efektif mempengaruhi output melalui jalur investasi, inflasi melalui pengendalian jumlah uang beredar, dan nilai tukar. Dalam jangka panjang suku bunga SBI efektif mempengaruhi output, inflasi dan nilai tukar dengan menunjukkan hubungan yang negatif terhadap variabel-variabel makroekonomi tersebut. Efektifitas suku bunga SBI dalam mempengaruhi investasi juga
berhubungan negatif dan terhadap jumlah uang beredar yang juga berhubungan
negatif. Fenomena yang terjadi adalah kebijakan penurunan suku bunga SBI yang
diambil oleh Bank Indonesia dalam rangka menyelamatkan intermediasi
perbankan dan sektor riil sekali lagi menghasilkan kondisi makroekonomi yang
trade-off antara output dan inflasi, sementara nilai tukar yang masih cenderung
Derdepresiasi menghasilkan informasi bahwa inflation targeting framework belum
sepenuhnya tercapai. Dalam jangka panjang, pengaruh suku bunga SBI efektif
mempengaruhi kondisi makroekonomi. Sedangkan Faktor-faktor yang mampu
mempengaruhi suku bunga SBI oleh otoritas moneter dalam jangka pendek
hanyalah output dan suku bunga SBI itu sendiri. Dalam jangka panjang investasi
dan output menjadi faktor yang mampu mendeterminasi suku bunga SBI terkait
percepatan aliran modal yang ada atas membaiknya kinerja sektor riil akibat
penurunan suku bunga dalam sistem intermediasi.
