Prospek Pengembangan Perikanan Tuna di Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Abstract
Penelitian ini diharapkan mampu untuk memberikan gambaran terhadap
perikanan tuna di Sendangbiru, serta informasi mengenai prospek pengembangannya.
Penelitian dilaksanakan di Sendangbiru, Malang, pada bulan Juli dan Agustus 2004.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif yang disertai dengan
analisis terhadap aspek biologi, teknik, sosial, ekonomi, dan kebijakan, untuk
selanjutnya dirumuskan beberapa solusi kebijakan secara generalis dan
fundamentalis .
Struktur perikanan tuna Sendangbiru terdiri atas komponen sarana produksi,
organisasi dan kebijakan perikanan, serta kegiatan produksi. Sarana produksi yang
rnendukung perikanan tuna di Sendangbiru meliputi :PPI Pondokdadap yang
merupakan pusat kegiatan produksi perikanan tuna, unit penangkapan, unit
pengolahan, serta unit pernasaran. Organisasi dan kebijakan perikanan yang
terkait dengan upaya pengembangan perikanan tuna di Sendangbiru antara lain
KUD Mina Jaya, PMU, LEPPM3, serta rukun nelayan Rukun Jaya.
Tinjauan terhadap beberapa indikator aspek biologi yang meliputi kajian
terhadap kecenderungan CPUE dengan persamaan Y = 53,058X, Indeks Musim
Penangkapan dengan basil adanya 6 bulan yang mempunyai IMP di atas 100%, dan
landing size yang menunjukkan 47% pendaratan sesuai dengan ukuran laik tangkap
dan 53% tidak sesuai dengan ukuran laik tangkap. Hasil kajian terhadap aspek teknik
yang mencakup kajian terbadap efisiensi tenaga kerja sebasar 140 Kg/orang, efisiensi
waktu sebesar 4,86 Kg/jam, dan nilai catch rate sebesar 2 ekor/jam. Ditinjau dari
aspek sosial, prospek pengembangan perikanan tuna di Sendangbiru mempunyai
peluang dan hambatan pengembangan. Berdasarkan aspek ekonomi khususnya sektor
finansial, didapat beberapa indikasi BC ratio 0,34, ROI 1,37, PP 8,8 bulan, BEP
produksi 7.631,9 Kg, dan BEP biaya Rp.82.679.048,83,00 . Berdasarkan aspek
kebijakan, pengembangan perikanan tuna di Sendangbiru mempunyai peluang yang
besar karena terdapat beberapa kebijakan pemerintah maupun swasta yang
mendukung upaya pengembangan.
Berdasarkan asumsi bahwa tiap aspek memiliki pengaruh yang sarna terhadap
prospek pengembangan, dapat disimpulkan bahwa prospek pengembangan perikanan
tuna di Sendangbiru sangat prospektif. Secara umum, beberapa kebijakan yang perlu
diambil berkaitan dengan upaya pengembangan perikanan tuna di Sendagbiru antara
lain : Adanya monitoring secara konsisten sebagai upaya kontrol terhadap sinergitas
komponen-komponen yang terkait, perbaikan sarana dan prasarana, penggalangan
kepercayaan dari berbagai pihak yang terkait peribal prospek pengembangan, serta
penyeragaman visi dan misi dari seluruh komponen pelaku perikanan yang terkait,
demi terciptanya kesejahteraan bersama. Diharapkan kegiatan ilrniah serupa tetap
dilaksanakan sebagai upaya penyempuma, sehingga kebijakan yang diambil dapat
lebih bijaksana.
