Ujicoba Alat Tangkap Bubu Dengan Ukuran Mesh Size Berbeda di Perairan Pulau Sebesi, Lampung Selatan
View/ Open
Date
2005Author
Ariefandi, Zulfan
Wahyu, Ronny Irawan
Mawardi, Wazir
Metadata
Show full item recordAbstract
Alat tangkap yang sering digunakan untuk menangkap ikan karang adalah
pancing, jaring karang, muroami, jaring klotok, rawai dasar, sero dan bubu. Dalarn
penelitian ini digunakan alat tangkap bubu karena dalarn pengoperasiannya tidak
merusak terurnbu karang serta bersifat pasif, sehingga bubu termasuk salah satu alat
tangkap yang ramah lingkungan. Pemanfaatan sumberdaya ikan karang dengan bubu
di perairan pulau Sebesi masih menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap
lingkungan perairan maupun hasil tangkapan yang diperoleh. Penggunaan ukuran
mata jaring (mesh size) yang terlalu kecil serta bahan kawat dan bubu dengan
konstruksi yang tidak kokoh oleh nelayan setempat dinilai kurang tepat, sehingga
menimbulkan konflik antara nelayan dengan BP-DPL (Badan Pengawas-Daerah
Perlindungan Laut) Pulau Sebesi.
Tiga perlakuan yang dicobakan dalarn penelitian ini yaitu bubu dengan mesh
size sebesar 1 inchi (kontrol); mesh size 3 inchi dan mesh size 5 inchi. Pengoperasian
terdiri dari tahap pemasangan (setting), perendaman (soaking), serta pengangkatan
alat tangkap dari perairan (hauling). Ketiga bubu tersebut dipasang pada pukul 1000
dan dilakikan pengangkatan pada pukul 0800 WIB (keesokan harinya).
Ikan karang yang ditemukan selarna pengamatan dengan metode visual sensus
terdiri atas 29 species yang termasuk dalam 12 famili pada tiga stasiun pengamatan.
Hasil perhitungan terhadap kelimpahan ikan pada stasiun pengamatan I diperoleh
nilai indeks keanekaragaman (H') = 1.9395, indeks keseragaman (E) = 0.7562 dan
indeks dominansi (C) = 0.2053. Stasiun II diperoleh nilai indeks keanekaragaman
(H') = 1.8398, indeks keseragaman (E) = 0.9455 dan indeks dominansi (C) = 0.1765.
Stasiun III diperoleh nilai indeks keanekaagaman (H') = 2.479, indeks keseragaman
(E) = 0.9154 dan indeks dorninansi (C) = 0.0993.
Hasil tangkapan bubu selarna pemasangan bubu dalam 30 hari pengamatan
terdiri atas 11 farnili, 16 jenis, dengan jumlah total basil tangkapan 172 ekor. Ikan
beronang (Siganus guttatus) dari famili Siganidae sebanyak 52 ekor (30.2 %) ikan
Kurisi janggut (Parupeneus rubescens) dari famili Mullidae 44 ekor (25.6 %), ikan
kakap tarnbak (Lutjanus johnii) daii famili Lutjanidae 15 ekor (8.7 %),serta ikan
kakap merah (Lutjanus timorensis) dan sambeliha (Lutjanus vitta) dari famili
Lutjanidae masing-masing berjumlah 11 ekor (6.4 %). Frekuensi panjang terkicil
ikan basil tangkapan untuk bubu berukuran mesh size 1 inchi terjadi pada selang kelas
22,0-26,0 cm. Frekuensi panjang terkecil ikan hasil tangkapan untuk bubu berukuran
mesh size 3 inchi te1jadi pada selang kelas 29,0-32,0 dan 35,0-38,0 cm. Frekuensi
panjang terkecil ikan hasil tangkapan untuk bubu berukuran mesh size 5 inchi terjadi
pada selang kelas 25,0-26,0 cm. Basil Uji Statistik menunjukkan bahwa keempat
spesies ikan yang telah dianalisis memberikan hasil bahwa bubu dengan ukuran mesh
size 3 inchi mernpakan bubu yang paling baik untuk digunakan.
