Perikanan Udang dan Alternatif Pengembangannya di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
Abstract
Strategi pengelolaan perikanan udang yang tepat dan terarah perlu dilakukan
untuk pengembangan ke depan dan memerlukan berbagai data dan informasi. Data
dan informasi dimaksud dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perikanan
udang, mengungkap permasalahan yang ada dan sumber dari permasalahan tersebut.
Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan maksud dapat mengungkapkan data
dan informasi serta gambaran secara umum tentang kondisi perikanan udang di
Cilacap dan alternatif strategi pengembangannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang menganalisis
secara deskriptif menggunakan analisis SWOT dan kuantitatif dengan menghitung
produktivitas unit penangkapan udang, mencari tingkat pemanfaatan, mencari hasil
tangkapan maksimum lestari (Maximum Sustainable Yield) dan upaya tangkap
optimum.
Ada dua jenis unit penangkapan udang di Cilacap, yaitu trammelnet dan
j aring arad dengan j enis hasil tangkapan udang yang berbeda. Hasil tangkapan terdiri
atas udang dogol (Metapenaeus sp), udang jerbung (Penaeus sp), udang krosok
(Parapenaeopsis stylifer) dan udang rebon (Palaemon spp). Tingkat pemanfaatan
udang di Cilacap pada tahun 2003 sebesar 42,45%. Pemasaran udang meliputi pasar
lokal dan pasar internasional yaitu Jepang. Produktivitas jaring arad rata-rata per
tahun sebesar 2.977,55 kg/unit dan 29,31 kg/unit untuk trammel net. Hubungan
CPUE dengan upaya tangkap memiliki persamaan CPUE = -9,5279x + 9784. Nilai
MSY sebesa.r 2 .511. 745,925 kg dengan upaya tangkap otimum sebesar 513 unit.
Didapatkan beberapa altematif strategi pengembangan perikanan udang di
Cilacap, antara lain 1) optimalisasi pemanfaatan sumberdaya udang melalui
peningkatan jumlah armada dan memperluas daerah penangkapan udang;
2) Perluasan wilayah distribusi hasil tangkapan ke pasar lokal maupun internasional;
3) Pelarangan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan di kawasan Segara
Anakan dan sekitarnya; 4) pembentukan area perlindungan di kawasan mangrove
Segara Anakan dan sekitarnya, dan di kawasan hutan sepanjang Sungai Citanduy; 5)Pengembangan sarana dan prasarana perikanan di beberapa TPI yang ada di Cilacap;
6) Pemanfaatan kredit usaha kecil dari bank; 7) memberikan pembinaan dan
penyuluhan bagi nelayan tentang perikanan yang ramah linkungan dan penanganan
hasil tangkapan yang baik; 8) melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap strategi
yang telah dilakukan.
