View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Recovery Rate dan Longivitas Pasca Thawing Semen Beku Sapi FH (Friesian holstein) menggunakan berbagai Bahan Pengencer

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.036Mb)
      Date
      2005
      Author
      Graha, Nydya
      Arifiantini, Iis
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Inseminasi buatan (IB) adalah pernasukan sel-sel kelamin jantan ke dalarn saluran kelamin betina rnenggunakan alat-alat buatan rnanusia. Salah satu faktor yang rnenentukan keberhasilan IB adalah kualitas semen yang digunakan (Webb 2004). Untuk mempertahankan daya hidup spermatozoa in vitro dan mengoptimalkan semen pada saat IB dibutuhkan bahan pengencer yang baik. Seperti diketahui bahwa jenis pengencer semen sangat bervariasi dan masingmasing memilki keistimewaan (Paulenz et al. 2002). Dengan adanya berbagai jenis bahan pengencer, maka pertanyaan yang selalu muncul adalah pengencer semen manakah yang paling baik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas berbagai bahan pengencer antara tris raffinosa endapan (TS), tris fruktosa kuning telur (TF) dan pengencer komersil lecithin kacang kedelai (A) terhadap longivitas dan pemulihan spermatozoa setelah pembekuan (recovery rate). Semen dikoleksi dari tiga ekor sapi Friesian holstein (FH) jantan sebanyak 18 ejakulat menggunakan vagina buatan. Ejakulat tersebut dievaluasi dan diencerkan dengan pengencer TS, TF dan A. Kemudian semen dikemas menggunakan straw minitub dengan konsentrasi 25 juta sel spermatozoa/0.3 ml. Straw diekuilibrasi pada suhu 4 °C, kemudian dibekukan dalam uap N2 cair selama 15 menit dan disimpan dalam kontainer nitrogen cair (-196 °C). Setelah 24 jam penyimpanan, semen dithawing pada suhu 37 °C selama 30 detik, kemudian semen diinkubasi dalarn water bath (37 °C) selama 9 jam untuk mengevaluasi longivitas dan recovery rate (RR). V ariabel kualitas yang diamati adalah sperma motil pasca thawing. Hasil penelitian menunjukkan longivitas spermatozoa pasca thawing pada bahan pengencer A (6 jam) sangat berbeda nyata lebih lama dibandingkan kedua pengencer yang lain (P<0.0 1 ), sedangkan antara pengencer TF dan TS memiliki longivitas yang tidak berbeda nyata (P>0,05). Recovery rate spermatozoa pada pengencer A ( 69.56% ) lebih tinggi dari pada pengencer TS ( 63.48%) dan TF (59.40%). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengencer A mempunyai longivitas dan RR terbaik dibandingkan pengencer TS dan TF pada semen beku sapi FH.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128832
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2188]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository