Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kisampang (Melicope denhamil) dalam Konsentrasi rendah terhadap Perkembangan Stadium Pradewasa Nyamuk Aedes aegypti L.
View/ Open
Date
2005Author
Thaha, Aminah Hajah
Amin, H. Akhmad Arief
Rahayu, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran vektor Dengue
Hemmorhagic Fever (DHF) yaitu dengan penggunaan insektisida botani yang
dapat mempengaruhi lama perkembangan dan tingkat kematian pradewasa
Aedes aegypti L. Tanaman Kisampang (Melicope denhamil) merupakan salah
satu alternatif untuk pencegahan DBD. Tanaman ini mengandung zat-zat aktif
yaitu alkaloid dengan komponen utama evodiamine dan rutaecarpine. Tanaman
ini ju ga mengandung minyak atsiri (essential oil), saponin, tanin, dan flavanoid
sert a senyawa lain yang diduga mempengaruhi tahap perkembangan serangga.
Melalui penelitian ini diharapkan bahwa tanaman Kisampang dalam konsentrasi
yang lebih rendah dari penelitian-penelitian sebelumnya, masih mampu
mempengaruhi tahapan perkembangan dan tingkat kematian nyamuk Aedes
aegypti L. sehingga tanaman ini masih dapat berpotensi sebagai insektisida
botani. Dengan adanya upaya ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan
vector nyamuk hingga mencapai tingkat dimana penularan virus epidemik tidak
terjadi lagi sehingga tercapai peningkatan kesehatan masyarakat dan
peningkatan produktifitas ternak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian juvenil
hormon asal ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamit) terhadap
perkembangan pradewasa nyamuk Aedes aegypti L. pada konsentrasi 10, 20,
30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100 ppm dalam pelarut aquades, metanol dan
etanol dengan lima kali ulangan untuk masing-masing konsentrasi dan pelarut.
Pengamatan dilakukan setiap 8 jam sekali.
Dari hasil analisis uji statistik ANOVA yang dilanjutkan dengan uji
Duncan, diketahui ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamit) mengandung
zat-zat yang bersifat Juvenil Hormon (JH) sehingga berpengaruh terhadap
Konsentrasi Juvenil Hormon (JH) dalam tubuh Aedes aegypti L, terlihat dari
perkembangan waktu yang abnormal dengan adanya penambahan dan
pengurangan waktu meskipun tidak memperlihatkan nilai yang signifikan.
Diketahui pula bahwa tingkat kematian pada stadium larva dan pupa disebabkan
efek insektisida daun Kisampang yang lebih besar dibandingkan efek JH pada
tanaman tersebut.
Berdasarkan persentase rata-rata keberhasilan larva dan pupa menjadi
dewasa melalui interaksi antara daun Kisampang dan pelarut, diketahui bahwa
pad a pelarut metanol dan etanol persentase tersebut semakin kecil seiring
dengan meningkatnya konsentrasi daun Kisampang dalam pelarut. Meskipun
demikian nyamuk yang telah mencapai stadium dewasa secara otomatis telah
terpapar ekstrak daun Kisampang yang berarti secara fisiologis tubuh nyamuk
tersebut telah tergangggu (abnormalitas).
