Penggunaan bakteri untuk biokontrol penyakit kunang-kunang pada larva udang windu (penaeus monodon fab.)
Abstract
Salah satu jenis penyakit yang menyerang serentak, cepat dan mengakibatkan cematian dengan jumlah tinggi pada larva udang adalah penyakit udang menyala atau enyakit kunang-kunang, yang disebabkan bakteri Vibrio harveyi (Lavilla-Pitogo et al. 1990; Mudjiman et al., 1988)
Beberapa antibiotika telah dipakai untuk mengatasi penyakit ini. Tetapi pemakaian antibiotika secara terus menerus dengan dosis yang kurang tepat menyebabkan V. harveyi menjadi resisten (Rukyani et al., 1992). Beberapa strain bakteri ini umumnya telah resisten terhadap antibiotika seperti kloramfenikol, penisilin, eritromisin, kanamisin, oksitetrasiklin, polimiksin, streptomisin dan obat ulpa (Baticados, 1988). Untuk mengatasi dampak negatif pemakaian antibiotika ini, diupayakan cara yang lebih aman dengan menggunakan bakteri biokontrol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit udang menyala.
Suwanto dan Widanarni (2001) telah mengisolasi bakteri dari larva udang windu dan lingkungan pemeliharaannya, yang secara in vitro mampu menghambat pertumbuhan V. harveyi patogen. Selanjutnya, dari lingkungan terumbu karang Muliani (2002) juga mendapatkan bakteri yang secara in vitro potensial menghambat harveyi karena menghasilkan senyawa antimikroba. Penggunaan kombinasi kedua akteri penghambat V. harveyi tersebut diharapkan dapat menjadi metode alternatif untuk menanggulangi serangan penyakit kunang-kunang pada larva udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan bakteri sebagai mokontrol untuk penyakit kunang-kunang pada larva udang windu (Penaeus monodon Fab.).
3 Penelitian dilaksanakan pada bulan April-November 2002, di Laboratorium Kesehatan Ikan dan Laboratorium Sistem dan Teknologi Budidaya Perairan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dilakukan dalam 3 tahap yaitu: uji tantang tahap I antara isolat probiotik SKT-b, PL₂T-a dan N-c dengan V. harveyi MR5339 Rf. Kemudian dilanjutkan dengan uji tantang tahap II antara isolat bakteri probiotik hasil terbaik pada uji tantang tahap I dikombinasikan dengan probiotik BL542 yang diuji tantang dengan harveyi MR5339 Rf. Dan uji patogenisitas semua isolat probiotik tersebut erhadap larva udang. Isolat probiotik diinokulasikan dengan konsentrasi 10° sel/ml, sedangkan V. harveyi MR5339 RF & diinokulasikan dengan konsentrasi 10' sel/ml.
Parameter yang diamati pada uji tantang adalah tingkat kelangsungan hidup Sarva udang windu, jumlah bakteri V. harveyi MR5339 Rf pada air media pemeliharan dan pada larva udang yang mati Parameter kualitas air yang diukur antara lain suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), CO₂, amoniak dan alkalinitas, diukur pada air tandon dan air media pemeliharaan diakhir penelitian.
