Pengaruh suhu media yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan benih ikan nilem (osteochilus hasselti, cv) hingga umur 35 hari
Abstract
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan suhu yang optimal dalam pemeliharaan benih ikan nilem (Osteochilus hasselti, C.V.) dari hari ke-5 hingga hari ke-35 terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 1997 di Laboratorium Lingkungan. Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Biota uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan nilem (Osteochilus hasselti, C.V.) yang berumur lima hari dengan bobot rata-rata 0.00098 gram. Induk ikan nilem didapat dari Sukabumi dan dipijahkan dengan rangsangan hormon ovaprim. Benih ikan nilem di tebar dalam akuarium ukuran 100 x 50 x 30 cm yang disekat menjadi tiga bagian sebanyak empat buah dengan kepadatan tiap bagian (perlakuan) sebanyak 300 ekor dalam 30 liter air. Pakan yang diberikan adalah artemia yang diberikan secara ad libitum dengan frekuensi tiga kali sehari.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan suhu, yaitu 26°C, 28°C, 30°C dan 32°C. Sebagai pengatur suhu digunakan Automatic Water Heater. Parameter yang diamati meliputi : kelangsungan hidup, pertumbuhan harian, serta kualitas air (pH, oksigen terlarut, nitrit dan amonia). Jumlah Benih yang hidup dan yang mati serta bobotnya dihitung pada awal dan akhir penelitian, sedangkan pengukuran terhadap kualitas air dilakukan setiap enam hari sekali.
Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil untuk kelangsungan hidup perlakuan suhu 26°C sebesar 65.44+1.89%, suhu 28°C sebesar 81.89+11.11%. suhu 30°C sebesar 78.00+3.33% dan suhu 32°C sebesar 79.11+5.89%.
