Pengaruh suhu media alami dan terkontrol terhadap produksi ikan green tiger (barbus tetrazona)
View/ Open
Date
2003Author
Afifudin
Sudrajat, Agus Oman
Budiardi, Tatag
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu pengembangan industri budidaya ikan hias adalah penyediaan varietas atau strain dari spesies yang telah dibudidayakan. Varietas pada umumnya memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dari spesiesnya, misalnya ikan green tiger yang merupakan salah satu varietas dari ikan sumatra (Barbus tetrazona).
Hasil pemijahan ikan green tiger disamping menghasilkan keturunan yang berfenotip green tiger juga menghasilkan keturunan yang berfenotip ikan sumatra. Usaha peningkatan produksi ikan green tiger meliputi peningkatan persentase keturunan yang berpenampilan green tiger dan peningkatan derajat kelangsungan hidupnya dengan manipulasi faktor-faktor lingkungan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu alami dan terkontrol terhadap produksi ikan green tiger.
Enam belas pasang induk green tiger yang berasal dari dua lokasi induk berbeda (Jakarta dan Bogor) dipijahkan pada akuarium yang berukuran 20 x 20 cm dengan substrat penempelan telur berupa akar eceng gondok. Telur diinkubasi pada suhu alami dan terkontrol dengan alat water heater pada suhu 30°C di dalam akuarium yang berukuran 25 x 25 cm, larva tetap dipelihara sampai dapat dibedakan fenotipnya pada akuarium tersebut.
Parameter kualitas air selama penelitian umumnya masih dalam kisaran toleransi ikan. Derajat penetasan telur (HR) pada perlakuan suhu alami lebih besar dari pada perlakuan suhu terkontrol (p<0,01). Derajat kelangsungan hidup larva tidak berbeda antar perlakuan, sedangkan derajat kelangsungan hidup juvenil pada perlakuan suhu alami lebih besar dari pada perlakuan suhu terkontrol (p<0,05). Persentase fenotip green tiger tidak berbeda antar perlakuan (p>0,05), namun bila melihat data perpasang induk (antar ulangan) nampak adanya variasi. Kecenderungan perbedaan persentase green tiger terlihat bila dilakukan pengelompokkan data berdasarkan tipe bar induk yang dipijahkan, yaitu tipe bar tersambung dan tipe bar terputus. Kecenderungan tersebut menunjukkan persentase green tiger pada induk dengan bar tersambung lebih besar dari pada induk dengan bar terputus (p<0,01). Dengan demikian dari penelitian ini diketahui bahwa persentase green tiger tidak dipengaruhi oleh suhu medianya, tetapi ada indikasi dipengaruhi oleh tipe bar induknya.
