Evaluasi Karakteristik Hortikultura Enam Melon (Cucumis melo L.) Hibrida (Seri I) Hasil Persilangan Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika IPB
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik hortikultura
Enam melon hibrida (Cucumis melo L.) dan mengidentifikasi adanya hibrida yang
lebih berpotensi dibanding varietas pembanding. Penelitian dilaksanakan pada
bulan Februari sampai Mei 2004, di Kebun Percobaan . IPB Tajur 2, Bogor.
Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT)faktor
tunggal dengan tiga ulangan. Bahan tanaman yang digunakan adalah enam genotipe melon hibrida (H250, H251, H252, H253, H254, H255) dan satu varietas
melon hibrida komersial (Action 434) sebagai pembanding.
Hasil evaluasi menunjukan bahwa hebrida H250 umur penennya genjah, bentuk buahnya oval agak lonjong, warna kulinya agak kuning kejinggaan, warna daginya jingga muda, aromanya harum, kulitnya tebal, dagingnya tipis (17.9 mm), kadar PTT-nya rendah (6.50% Brix), dan pembentukkan jaringnya bergam.
Hibriada H251 umur panennya genjah, bentuk buahnya oval, Warna kuiitnya
Kuning kejinggaan, dagingnya jingga muda, aromanya harum, kulitnya tebal
Tetapi dagingnya tipis (18.6 mm), kadar PTT-nya rendah (5.90% Brix), dan
pembentukan jaringnya beragam. Hibrida H252 pertumbuhan vegetatifnya cukup baik, bentuk buahnya bulat, warna kulit dan pembentukan jaringanya beragam,
aromnya harum, warna dagingnya jingga muda sampai jingga, kulitnya tebal
tetapi dagingnya tipis (19 .1 mm), dan kadar PTT-nya lebih rendah dari Actior 434 (8.53%Brix). Hibrida H253 pertumbuhan vegetatifnya cukup baik, bobot buahnya berat
(1 579'.0 g), ukurannya besar dan panjang, aromanya harum, kadar PTT-nya,
Rendah (6.07% Brix), wama kulit, pembentukan jaring, serta juringnya beragam.
Hibrida H254 umur panennya genjah, warna kulitnya kuning cerah mulus tanpa
jaring, dagingnya putih krem, umumnya bentuknya seperti avokad, pobotnya
ringan (941.0 g) dan lebih beragam (KK 32.4% ), kulitnya tipis, kadar PTT-nya
!ebih rendah dari Action 434 (8.97% Brix). Hibrida H255 umur panennya genjah,
bentuk buahnya bulat, wama kulitnya jingga kecoklatan, berjaring· tebal dan
merata (netted melon), aromanya harum, warna dagingnya jingga, kulitpnya tebal
tetapi dagingnya tipis (21.9 mm), bobotnya ringan (968.7 g), kadar PTT-nya lebih
rendah dari Action 434 (9.01 % Brix), dan secara kualitatif penampilan buahnya
seragam.
Semua melon hibrida yang dievaluasi memiliki keunggulan dan kelemahan, namun diantara enam melon hibrida tersebut, potensi hibrida H255 lebih baik dibanding
Action 434 terutama pada karakter kualitatif buah Hibrida H255 memiliki umur panen lebih genjah, penampilannya menarik (warna kulitnya jingga kecoklatan, dagingnya jingga, berjaring tebal dan merata), secara kualitatif nampak seragam, dan kadar PTT-nya cukup baik (9.01 % Bdx).
