Efektivitas Pupuk Hayati dari Aktinobakteri sebagai Pemacu Tumbuh pada Tanaman Jagung
Date
2023Author
Minarni, Nindy Sekar Agus
Lestari, Yulin
Triadiati, Triadiati
Metadata
Show full item recordAbstract
Penggunaaan pupuk hayati berpotensi dalam mengurangi penggunaan pupuk sintetik, mengurangi kehilangan unsur hara, dan ramah lingkungan. Aktinobakteri memiliki potensi sebagai pemacu tumbuh tanaman. Namun, kemampuan aktinobakteri dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan menguji formulasi pupuk hayati dari aktinobakteri indigenos dan menguji efektivitasnya sebagai pemacu tumbuh tanaman jagung. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok dengan kombinasi perlakuan tiga faktor dengan masing-masing tiga ulangan. Faktor yang digunakan terdiri dari pemberian konsorsium aktinobakteri (A1: dilakukan penambahan, A2: tidak dilakukan penambahan), dosis pupuk NPK (B1:
0 g/pot, B2: 3,6 g/pot, B3: 7,2 g/pot), dan pemberian kompos (C1: tanpa penambahan, C2: dilakukan penambahan). Kombinasi perlakuan pemberian pupuk hayati aktinobakteri (A1), pupuk NPK dosis 3,6 g/pot (B2), dan pemberian kompos (C2) efektif meningkatkan bobot basah akar dan tajuk dan memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman jagung di rumah kaca. Penggunaan pupuk hayati dari aktinobakteri dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK sampai 50%. Biological fertilizer can reduce the use of synthetic fertilizers, nutrient loss, and is environmentally friendly. Actinobacteria have potential as growth stimulants. However, the ability of actinobacteria to increase the growth of maize plants has not been widely reported. This research aims to analyze the effect of using biofertilizer formulation from indigenous actinobacteria and its effectiveness as a growth stimulant in maize plants. This study was based on a randomized block design consisting of 3 factors and 3 replications. The factors consisting of the provision of actinobacterial consortium (A1: added, A2: not added), NPK fertilizer dose (B1: 0 g/pot, B2: 3.6 g/pot, B3: 7.2 g/pot), and application of compost (C1: not added, C2: added). The combination of treatment with actinobacterial biofertilizer (A1), NPK fertilizer at a dose of 3.6 g/pot (B2), and compost (C2) effectively increased the wet weight of roots and shoots and provided the best growth for maize in the greenhouse. The use of biological fertilizer from actinobacteria can reduce NPK fertilizer by up to 50%.
Collections
- UT - Biology [2401]
