Perencanaan Produksi Agregat Teh pada Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII Kabupaten Bogar Propinsi Jawa Barat
Abstract
Perkebunan Gunung Mas merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dalam industri agribisnis teh di Indonesia. Semakin banyaknya produk teh dalam
negeri, dan munculnya produsen-produsen baru yang menawarkan produk yang
lebih beragam, bentuk yang menarik, rasa yang berbeda merupakan ancaman bagi
Perkebunan Gunung Mas. Untuk mempertahankan permintaan akan konsumen
yang mengkonsumsi teh maka Perkebunan Gunung Mas dituntur untuk mampu
melakukan produksi secara efisien dan efektif yang didasarkan pada tujuan
perusahaan yang ingin dicapai. Salah satu fungsi yang terpenting dalam usaha
untuk mencapai tujuan perusahaan adalah perencanaan dan pengendalian
produksi.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai dengan September 2004.
Tujuan penelitian ini untuk mempelajari sistem perencanaan dan pengawasan
produksi serta menganalisis faktor - faktor yang menjadi pertimbangan dalam
penyusunan perencanaan produksi. Data yang digunakan adalah data primer dan
data sekunder yang diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Perkebunan Gunung
Mas tidak melakukan perencanaan produksi agregat. Perusahaan hanya
melakukan rencana produksi dalam jangka waktu pendek yaitu bulanan. Rencana
produksi pada perusahaan dibuat dengan cara menjumlahkan pesanan yang
masuk, pesanan belum selesai. total permintaan dari pelanggan rutin serta
permintaan untuk ekspor dan lokal. Untuk sistem pengawasan perusahaan
melakukan sistem pengawasan proses.
Usulan perenc;maan produksi agregat yang diberikan dalam penelitian ini
didasarkan pada peramalan penjualan dengan menggunakan metode ARIMA Box
Jenkins. Sedangkan untuk minim isasi biaya dan perhitungan kendala - kendala
produksi menggunakan program linier dengan memanfaatkan perangkat lunak
LINDO (Linier Interactive Discrete Optimizer).
Peramalan penjualan dilakukan dengan memakai input data histories
penjualan perusahaan yang dilakukan kepada pemesan secara local maupun untuk
ekspor. Dari hasil pengolahan dengan menggunakan Model SAS didapatkan
model yang paling cocok digunakan untuk peramalan penjualan adalah ARIMA
(3, 1, 1) karena model tersebut memiliki standar error yang terkecil. Model
ARIMA (3, 1, 1) didapatkan bahwa peramalan produksi untuk setahun kedepan
sebesar 1.346.606,7760 kg. Dari hasil perencanaan produksi dapat diketahui
jumlah rencana produksi selama satu tahun yairu 1.355.372,9 kg, pemakaian jam
kerja regular sebesar 2.660.0 I, tingkat sediaan sebesar 1 07. 728.54 kg, rencana
pemakaian bahan baku, dan waktu idle (waktu mengganggur) yang terjadi.
Total perencanaan produksi selama satu tahun adalah 1.355.372,9 kg,
tingkat persediaan sebesar I 07.728.54 kg. Hasil perencanaan produksi
menunjukkan bahwa dengan jam kerja regular yang tersedia selama periode
perencanaan, perusahaan tidak perlu mengadakan jam kerja lembur. Terjadi
kelebihan tenaga kerja yang ditunjukkan oleh waktu idle pada proses perencanaan.
Waktu idle biasanya dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan bersih - bersih
lingkungan, perbaikan gedung, dan memperbaiki mesin. Selain itu. sumberdaya
lain yng berlebih adalah kapasitas gudang produk jadi dan kapasitas mesin.
Pada akhir penelitian ini diberikan rekomendasi pada perusahaan
mengenai sistem pengawasan produksi yang didasarkan pada teori - teori. Sistem
pengawasan yang diusulkan adalah pengawasan pengerjaan pesanan, ekspor dan
lokai dengan melaiui tahapan seperti membuat BOM (Bill of Materials), rout
sheet, scheduling, manufacturing order, dan follow up.
Faktor - faktor yang perlu dipertim bangkan oleh perusahaan dalam
menyusun perencanan produksi adalah jumlah permintaan dari pelanggan untuk
ekspor maupun lokal, kapasitas mesin tersedia, tenaga kerja tersedia, waktu
tersedia, bahan baku tersedi, kapasitas gudang produk jadi. Berdasarkan uraian di
atas maka sebaiknya perusahaan mengambil tindakan terhadap kelebihan jam
kerja reguler yang tersedia, kapasitas mesin dan kapasitas produk jadi yang
berlebihan dengan cara meningkatkan jumlah permintaan. Peningkatan jumlah
permintaan dapat dilakukan dengan peningkatan usaha pemasaran.
