View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian Strategi Pengembangan Agroindustri Penyamakan Kulit di Wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (46.80Mb)
      Date
      2005
      Author
      Suhada, Amay
      Kusnadi, Nunung
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu agroindustri yang sedang berkembang di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut adalah agroindustri penyamakan kulit. Pada tahun 2002 Kabupaten Garut mampu mengekspor kulit dengan volume 32,50 ton dengan nilai produksi US$ 1.672.500,00 dengan negara tujuan Malaysia, Taiwan dan Singapura. Agroindustri penyamakan kulit di Kabupaten Garut yang sudah beroperasi sejak tahun 1920 dengan teknologi tradisional, pada saat ini sudah banyak mengalami perkembangan yang berarti. Tetapi pada saat ini produksi kulit tersamak mengalami penurunan ketersediaan bahan baku kulit mentah. Oleh karena itu diperlukan dukungan pemerintah Kabupaten Garut terutama dari beberapa faktor pe1iimbangan utama dan sub faktor lainnya dari masing-masi11g faktor pertimbangan utama. Selain itu perlu dikaji pula upaya-upaya apa yang dapat di lak1,1kan untulc mengembangkan agroindustri penyamakan kulit di Wilayah Kabupaten. Garut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah, ( 1) mengidentifikasi faktor-faktor penyusun strategi pengembangan agroindustri penyamakan kulit, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan agroindustri penyamakan kulit (3) menyusun strategi pengembangan agroindustri penyamakan kulit. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Garut dengan dasar pertimbangan bahwa daerah ini merupakan salah satu daerah agroindustri penyamakan kulit terbesar di Jawa Barat. Adapun alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah PHA (Proses Hirarki Analisis ) kerja PHA pada penelitian 1 m diawali dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyusunan strategi pengembangan agroindustri penyarnakan kulit. Setelah itu dilakukan pemilihan alternatif strategi pengembangannya dengan cara pengumpulan data dan informasi melalui wawancara. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemerintah dan pengusaha agroindustri kulit di Kabupaten Garut maka dapat di identifikasi 4 faktor pertimbangan utama, yaitu pctcrnakan sapi potong dan domba Garut, usaha penyamakan kulit, pasar produk kulit dan lembaga penunjang. Hasil analisis horizontal diketahui bahwa prioritas pertama dari faktor pe,timbangan utama dari industri penyamakan kulit adalah pasar produk kulit. Oipilihnya faktor pasar produk kulit sebagai prioritas utama dikarenakan strategi pemasaran agroindustri penyamakan dan kerajinan bahan-bahan dari kulit Kabupaten Garut masih rendah. Selain analisis horizontal, pada penelitian ini pun dilakukan analisis vertikal terhadap faktor-faktor penimbangan kritikal yang digunakan. Berdasarkan hasil pengolahan diketahui ternyata untuk pcrtimbangan utama potensi peternakan sapi dan domba, potensi usaha penyamakan kulit, ketersediaan potensi pasar produk kulit dan ketersediaan lembaga penunjang prioritas utama alternatif strategi yang dapat digunakan adalah sama dengan hasil analisis horizontal. yaitu alternatif meningkatkan pemasaran produk kulit. Stratcgi ini dapat dilakukan olch pemerintah dan pengusaha melalui kegiatan-kegiatan seperti pekan raya dan pameran-pameran yang dapat dinilai secara langsung. Dari hasil penelitian tersebut maka disimpulkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan strategi pengembangan agroindustri penyamakan kulit adalah potensi peternakan sapi dan domba, potensi usaha penyamakan kulit, ketersediaan potensi pasar produk kulit dan ketersediaan lembaga penunjang, (2) Berdasarkan basil analisis faktor-faktor dengan menggunakan metode PHA, maka yang menjadi prioritas pertama untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pengusaha agroindustri kulit dan pemerintah Kabupaten Garut adalah meningkatkan pemasaran produk kulit. Untuk memperlancar kegiatan tersebut maka penulis menyarankan sebaiknya pengusaha agroindustri penyamakan kulit dan pemerintah Kabupaten Garut memilih altematif meningkatkan pemasaran produk kulit untuk pengembangan agroindustri kulit Garut. Selain itu disarankan pengusaha agroindutri penyamakan kulit bekerjasama dengan pemerintah melakukan promosi dan difersensiasi produk.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128408
      Collections
      • UT - Resources and Environmental Economic [2339]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository