View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Garam terhadap Kualitas Tomat (Lycopersicon esculentum) di Dataran Tinggi

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.675Mb)
      Date
      2005
      Author
      Hamaisa, Atika
      Purwoko, Bambang S.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis garam terhadap kualitas buah tomat di dataran tinggi. Hipotesis yang diajukan adalah jenis garam yang berbeda memberi pengaruh yang berbeda terhadap kualitas buah tomat dan terdapat jenis garam tertentu yang memberikan pengaruh terbaik terhadap kualitas buah. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Kebun Percobaan Pasir Sarongge dan di Laboratorium Pusat Studi Pemuliaan Tanaman (PSPT). Penelitian dilaksanakan dari awal bulan Februari 2004 sampai akhir bulan Juni 2004. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Empat perlakuan tersebut adalah kontrol, penyemprotan CaCl2 0.3 M, penyemprotan MgCl2 0.3 M, dan penyemprotan SrCl2 0.3 M. Bahan yang digunakan adalah benih tomat varietas Arthaloka, pupuk kandang, pupuk urea, SP-36, KCl, Daconil, Benlate, Curacron, Lanet, Patlan, garam CaCl2, MgCl2, dan SrCl2, dengan konsentrasi 0.3 M, NaOH 0.1 N, sticker, indikator phenolptalein, dan aquades. Alat-alat yang digunakan adalah alat untuk pengolah tanah, alat tanam, alat penyemprot, bak semai, tempat pembumbunan, penetrometer, refraktometer, cosmotektor, dan alat-alat titrasi. Penyemprotan CaCl2, MgCl2, dan SrCl2 dilaksanakan pada 15±1, 20±1, 25±1 hari setelah anthesis. Buah dipanen pada tingkat kemasakan breaker (semburat merah). Pengamatan terhadap uji kualitas meliputi kelunakan buah, perubahan warna, dan perubahan bobot, kandungan padatan terlarut total, kandungan asam total tertitrasi dan laju respirasi pada hari ke- o, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21 dan 24 di Laborc:ltorium Pusat Studi Pemuliaan Tanaman, sedangkan analisis kandungan kalsium, magnesium, dan stronsium pada buah di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen. Pemberian CaCl2, MgCl2, dan SrCl2 dapat meningkatkan kandungan kalsium, magnesium, dan strontium pada buah tomat. Peningkatan kandungan kalsium pada buah tomat dari 4.12 mg/100 g menjadi 6.04 mg/l00g, magnesium dari 3.90 mg/100 g menjadi 5.14 mg/100 g dan strontium dari 0.50 mg/100 g menjadi 1.67 mg/100 g. Namun peningkatan tersebut secara umum tidak dapat memberikan pengaruh nyata dalam mempertahankan kualitas buah. Secara umum persentase susut bobot buah hingga hari terakhir pengamatan semakin besar. Perlakuan CaCl2 dan MgCl2 memiliki persentase susut bobot yang lebih kecil dibanding kontrol, narnun secara statistik tidak nyata. Perlakuan SrCl2 berpengaruh nyata terhadap perubahan susut bobot buah pada 3 HSP, 9 HSP, dan 12 HSP. Pemberian CaCl2 dan MgCl2 tidak memberikan pengaruh nyata sedangkan SrCl2 berpengaruh nyata terhadap kelunakan buah. Buah yang diberi perlakuan SrCl2 lebih keras dibandingkan kontrol pada 3 HSP dan 6 HSP namun tidak terlihat pada hari pengamatan selanjutnya. Pemberian beberapa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan warna kulit buah kecuali pada 6 dan 12 HSP. Kontrol mengalami perubahan skor warna kulit tercepat dibandingkan perlakuan CaCl2, MgCl2, dan SrCl2. Nilai padatan terlarut total (PTT) cenderung meningkat, namun pada 24 HSP mengalami penurunan. Terdapat perbedaan nyata yang ditunjukkan perlakuan MgCl2 dan SrCl2 pada 15 HSP dan 24 HSP. Perbedaan nyata terhadap kandungan asam tertitrasi hanya terdapat pada O HSP untuk perlakuan SrCl2. Kandungan asam tertitrasi cenderung menurun hingga 24 HSP. Perlakuan CaCl2, MgCl2, dan SrCl2 berpengaruh nyata terhadap laju respirasi pada 6 HSP dan 24 HSP. Laju respirasi mengalami penurunan pada 0-9 HSP. Puncak respirasi (kenaikan produksi CO2 secara mendadak) perlakuan kontrol pada 15 HSP sedangkan perlakuan CaCl2, MgCl2, dan SrCl2 masing-masing pada 15 HSP, 21 HSP, dan 21 HSP. Diantara tiga jenis garam yang diberikan SrCl2 memberikan pengaruh terbaik dalam mempertahankan kualitas buah tomat yang ditanam di dataran tinggi.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128405
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository