Pengaruh Perlakuan CaCl2 Prapanen terhadap Kualitas Buah Tiga Kultivar Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) di Dataran Tinggi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kalsium dengan
konsentrasi 0.4 M yang diaplikasikan pada buah prapanen terhadap kualitas buah
tiga kultivar tomat yang ditanam di daerah dataran tinggi. Penelitian ini telah
dilaksanakan dalam rum.ah plastik di Kebun Percobaan Pasir Sarongge Cianjur,
Laboratorium PSPT, dan Laboratorium Ekofisiologi Tanaman, Departemen
Budidaya Pertanian, IPB dari bulan Januari sampai Juli 2004. Bahan yang
digunakan dalam penelitian meliputi benih tiga kultivar tomat (kultivar Arthaloka,
Marta dan Eggy), pupuk, pestisida, CaCl2 bahan kimia untuk titrasi dan buah
tomat yang dipanen pada tingkat kematangan breaker (semburat kuning).
Penelitian ini menggunakan metode perlakuan faktorial dengan Rancangan
Acak Kelompok (RAK) 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah
3 kultivar (Arthaloka, Marta dan Eggy). Faktor kedua adalah CaCl2 dengan 2
taraf konsentrasi terdiri atas O M dan 0.4 M. Kombinasi dua faktor tersebut
menghasilkan 6 perlakuan dengan 3 ulangan. Pada saat penanaman di lapang
kultivar Eggy yang diberi perlakuan dan kont:rol masing-masing mati satu ulangan
sehingga terdapat 16 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 10
tanaman, sehingga terdapat 160 tanaman.
Aplikasi perlakuan CaCl2 dilakukan 15±2, 20±2, 25±2 dan 30±2 HSA.
Penyemprotan dilakukan pada seluruh permukaan buah sampai basah.
Pemanenan dilakukan saat buah mencapai tahap breaker, setelah dipanen buah
dibawa ke Laboratorium Ekofisiologi Tanaman untuk dilakukan pengamatan.
Pengamatan dilakukan setiap tiga hari sekali dimulai dengan hari ke-0, 3, 6, 9, 12,
15, 18, 21, 24 HSP. Peubah yang diamati adalah peubah fisik (kekerasan,
pembahan wama dan susut bobot) dan kimia (kandungan padatan terlamt total,
total asam tertitrasi dan respirasi).
Berdasarkan basil uji F, aplikasi CaCl2 berpengaruh nyata terhadap susut
bobot, kelunakan, PTT, TAT dan kandungan Ca dalam buah tomat. Perlakuan
kultivar berpengaruh nyata terhadap perubahan warna, susut bobot, PTT, TAT dan
kandungan Ca dalam buah tomat. Interaksi antara perlakuan kultivar dengan
CaCl2 hanya berpengaruh nyata terhadap perubahan indeks wama kulit buah.
Perlakuan kultivar berpengaruh nyata terhadap pembahan warna pada
pengamatan hari ke-3, 6, 9, 12, 15, 18, 21 dan 24 HSP; susut bobot pada
pengamatan hari ke-24 HSP; PTT pada pengamatan hari ke-3 dan 18 HSP; TAT
pada pengamatan hari ke-9, 12 dan 15 HSP; serta kandungan Ca dalam buah
tomat. Sela.ma pengamatan kultivar Eggy menunjukkan laju susut bobot lebih
rendah dibandingkan kultivar Arthaloka, sedangkan dibandingkan dengan kultivar
Marta menunjukkan tidak berbeda nyata. Selain itu kultivar Eggy mempunyai
nilai PTT dan kandungan Ca lebih tinggi dibandingkan kultivar Arthaloka dan
Marta.
Aplikasi CaCl2 berpengarnh nyata terhadap pembahan susut bobot
ditunjukkan pada pengamatan hari ke-3, 6, 9, 12 dan 15 HSP. Nilai susut bobot
buah selama penyimpanan mengalami peningkatan, namun susut bobot buah yang
diberi perlakuan Ca lebih rendah dibandingkan kontrol. Aplikasi CaCl2
berpengaruh nyata terhadap.kelunakan pada pengamatan hari ke-21 HSP. Tingkat
kelunakan mengalami peningkatan selama penyimpanan, namun nilai kelunakan
buah yang diberi perlakuan lebih tinggi dibandingkan kontrol. Aplikasi CaCl2
berpengaruh nyata terhadap padatan terlarut total (PTT) pada pengamatan hari ke-
6, 18 dan 21 HSP, namun secara umum kandungan PTT buah tomat kontrol
maupun yang diberi perlakuan selama pengamatan terlihat konstan. Aplikasi
CaCl2 berpengaruh nyata terhadap total asam tertitrasi (TAT) pada pengamatan
hari ke-6 HSP. Nilai kandungan TAT pada buah selama pengamatan
menunjukkan nilai yang berfluktuasi. Aplikasi CaCl2 prapanen dengan
konsentrasi 0.4 M pada kultivar Arthaloka, Marta dan Eggy, tidak dapat
mempertahankan kualitas buah tomat. Aplikasi CaCl2 0.4 M hanya mampu
menghambat indeks warna kulit kultivar Arthaloka pada hari ke-18 dan kultivar
Marta pada hari ke-9 HSP. Aplikasi CaCl2 dapat menghambat susut bobot
(pengamatan hari ke-3, 6, 9, 12 dan 15) serta kandungan TAT pada pengamatan
hari ke -6 serta meningkatkan kandungan PTT pada pengamatan hari ke-18 setelah
panen. Aplikasi CaCl2 tidak dapat menghambat laju respirasi selama
penyimpanan. Hal ini mungkin disebabkan karena kalsium tidak mampu
menghambat aktivitas etilen dalam jaringan buah. Aplikasi CaCl2 sangat
berpengaruh nyata terhadap kandungan Ca dalam buah. Jumlah Ca yang
terkandung dalam buah kontrol adalah 0.0042 % sedangkan dalam buah yang
diberi perlakuan CaCl2 0.0056 %. Secara umum peningkatan ini tidak dapat
memp erbaiki kualitas buah.
