Pengujian Daya Hasil Lanjutan Padi Gogo di Dua Lokasi
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya hasil beberapa galur F7
harapan dan genotipe-genotipe yang diuji pada dua lokasi, yakni Kebun
Percobaan Babakan Darmaga dan Jasinga pada bulan Februari 2004-November
2004.
Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor
dengan perlakuan genotipe yang terdiri dari 17 genotipe F1 dan 2 varietas
pembanding yakni Way Rarem dan Limboto yang diulang sebanyak 3 kali pada 2
lokasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penanaman tidak terlalu
optimal, yang digambarkan dari hasil produksi varietas pembanding yang relatif
rend.ah bila dibandingkan dengan deskriptif dari varietas tersebut dalam kondisi
yang cukup optimal. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan seperti hama dan
penyakit tanaman, curah hujan, kekeringan serta kondisi cekaman Al didaerah
Jasinga Galur-galur yang diuji menunjukkan basil produksi gabungan yang tidak
berbeda dengan varietas pembanding, namun terdapat enam galur yang
menunjukkan basil produksi yang lebih_ baik. Galur-galur tersebut adalah galur
HbCr27-d-1j-2-1, KmSg13-d-9-4-1-1, SmGm23-d-1j-2-1, WrSg8-d-2j-1-4,
HbCr27-d-3j-1-1, HbGg29-d-2j-1-1. Disisi lain basil produksi di Babakan
Darmaga lebih tinggi dibandingkan Jasinga Galur-galur yang diuji pada 2 lokasi
secara umum menunjukkan hasil yang lebih baik daripada varietas pembanding.
Hasil produksi yang baik ini dikarenakan dukungan karakter-karakter
agronomi menunjang basil yang menonjol daripada varietas pembanding.
Karakter-karakter tersebut adalah panjang malai, jumlah gabah total, jumlah
gabah bemas dan bobot seribu butir. Narnun galur-galur yang diuji ini juga
memiliki kelemahan seperti tinggi tanaman yang relatif tinggi, jumlah anak:an
yang tidak sesuai dengan padi tipe ideal dan persen gabah hampa yang masih
relatif tinggi.
Dari 17 galur-galur yang diuji tidak semuanya mempunyai karakter yang
terbaik, disarnping itu berdasarkan pemaparan karakter-karakter agronomi
didapatkan bahwa dalam satu galur terdapat karakter yang baik dan terdapat juga
karakter yang kurang baik. Namun secara keseluruhan, galur-galur yang diuji
memberikan hasil produksi yang setara bahkan lebih baik dari varietas
pembanding.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah terdapat 6 galur
yang mempunyai hasil produksi gabungan yang lebih bailc dari varietas
pembanding dan basil produksi galur-galur yang diuji di lokasi Babakan Darmaga
menunjukkan basil yang lebih baik daripada lokasi Jasinga.
