Analisis keterpaduan pasar apel impor dan apel lokal: Studi kasus pasar Induk Kramat Jati Jakarta dan Pasar Induk CIbitung Bekasi
Abstract
Buah-buahan merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai peranan penting, yaitu dalam hal
pemenuhan gizi masyarakat sekaligus merupakan potensi ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat Indonesia, pemerintah melakukan impor buah. Apel merupakan buah terbanyak yang diimpor
di Indonesia pada tahun 1991 yaitu sebesar 3 757 177 kg.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efisiensi pemasaran dilihat dari (1) Struktur pasar apel
lokal dan apel impor pada Pasar lnduk Kramat Jati dan Cibitung, (2) Ada tidaknya keterpaduan harga
antara Pasar lnduk Kramat Jati dan Pasar lnduk Cibitung untuk komoditas apel lokal dan apel impor,
(3) Pasar yang dapat dijadikan acuan/rujukan dalam pemasaran komoditas buah apel lokal dan apel
impor
Penelitian dilakukan di Pasar lnduk Kramat Jati Jakarta (PIKJ) dan Pasar lnduk Cibitung Bekasi
(PICB) yang dipilih secara sengaja, karena kedua pasar ini merupakan pasar yang dominan menampung
penjualan buah Apel. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer
diambil guna mendapatkan gambaran daerah penelitian yang dikumpulkan melalui wawancara langsung
dengan para pedagang di PIKJ dan PICB. Sedangkan data sekunder bersumber dari dinas pasar yaitu
berupa data dalam bentuk harga mingguan buah apel lokal dan impor selama tahun 1996.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
