Pengaruh Radiasi Sinar Gamma terhadap Keragaan Anggrek Bracliypeza indusiata (Reichb.t) Garay secara In Vitro
View/ Open
Date
2005Author
Wardhani, Maria Utami Dewi
Dinarti, Diny
Puspitaningtyas, Dwi Murti
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanaman Anggrek merupakan salah satu kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia.
Anggrek merupakan komoditas tanaman hias yang memiliki peluang bisnis
yang besar, ha] ini dapat dilihat dari permintaan pasar anggrek yang cenderung
meningkat setiap tahunnya. Menurut Yuzammi dan Syamsul (2002), anggrek Brachypeza
indusiata (Reichb. f) Garay memiliki daerah persebaran di kawasan Semenanjung
Malaysia, Papua Nugini dan Kepulauan Pasifik. Anggrek ini termasuk dalam golongan
epifit yang tumbuh menjuntai di batang pohon, umumnya tumbuh di dataran rendah pada
ketinggian di bawah 500 m dpl.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh radiasi sinar Gamma terhadap
keragaan tanaman anggrek Brachypeza indusiata (Reichb. f) Garay secara in vitro. Selain
itu melalui penelitian ini, diharapkan dapat menemukan media tumbuh ·yang tepat bagi
Brachypeza indusiata (Reichb. f) Garay. Hipotesi yang melandasi penelitian ini adalah
radiasi sinar gamma pada dosis 10 Gy mampu meningkatkan keragaman fenotipe secara
in vitro dan merangsang pertumbuhan tunas anggrek Brachypeza indusiata (Reichb. f)
Garay. Penggunaan jenis media kultur yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan
eksplan Brachypeza indusiata (Reichb. f) Garay. Terdapat interaksi antara perlakuan
radiasi dengan perlakuan media terhadap pertumbuhan plb.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Kebun Raya Bogar.
Prolocorm like bodies (Plb) yang digunakan sebagai eksplan berasal dari anggrek
Brachypeza indusiata (Reichb. f) Garay. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
lengkap dua faktor dengan 10 ulangan dimana setiap satuan percobaan terdiri dari 5
eksplan. Faktor pertama berupa penggunaan radiasi sinar gamma yang terdiri atas empat
taraf perlakuan yaitu 0 Gy, 10 Gy, 20 Gy, 30 Gy. Sedangkan faktor kedua berupa
penambahan bahan organik pada media dasar Vacin & Went dengan penggunaan bahan
organik yang berbeda. Pada media pertama menggunakan media Vacin & Went dengan
bahan organik pisang, air kelapa muda, arang aktif sedangkan pada media kedua
menggunakan media Vacin & Went dengan bahan organik tomat, air kelapa muda, air
taoge. Pengamatan dilakukan pada bulan Maret hingga September 2004.
Pertumbuhan eksplan setelah diradiasi mengalami penurunan secara nyata. Jenis
media memberikan pengaruh nyata terhadap persentase hidup, panjang daun dan lebar
daun pada 28 MSP. Sedangkan radiasi memberikan pengaruh nyata pada semua peubah.
Interaksi antara perlakuan radiasi dengan jenis media hanya muncul pada persentase
hidup pada 12 MSP. Eksplan yang tidak diberi perlakuan radiasi memiliki pertumbuhan
terbaik terhadap tinggi eksplan , panjang dan lebar daun serta jumlah dan panjang akar.
Pemberian radiasi pada Brachypeza indusiata (Reichb. f) Garay mampu menginduksi
Keragaman pada rnorfologi tanaman. Pemberian dosis 10 Gy pada eksplan mampu
merangsang pertumbuhan jumlah daun. Eksplan yang diberi perlakuan radiasi pada dosis radiasi 20 Gy memperlihatkan persentase tumbuh terbaik yaitu 100 % pada 10 MSP. Jenis media V & W pisang secara nyata merangsang pertumbuhan panjang dan lebar daun.
Warna daun menampakkan variasi warna yang berbeda. Pad a eksplan semakin
besar dosis radiasi yang diberikan maka warna daun sernakin menuju ke arah kuning.
Eksplan tanpa perlakuan radiasi merniliki kisaran warna hijau rnuda hingga hijau tua.
Perturnbuhan eksplan pada media Vacin & Went tomat mengalami multiplikasi
sebesar 4 %. Dari percobaan disimpulkan bahwa radiasi rnenimbulkan keragaman pada
morfologi tanaman. Eksplan tanpa perlakuan radiasi memiliki pertumbuhan eksplan
terbaik dibandingkan dengan eksplan yang diberi perlakuan radiasi. Jenis media V & W
pisang memberikan perturnbuhan terbaik pada eksplan dibandingkan dengan eksplan
yang ditanam pada media V & W to mat.
