Pengelolaan tenaga kerja panen dan pengangkutan tandan buah segar kelapa sawit di Teluk Siak Estate, PT. Aneka Inti Persada Minamas Plantation, Riau
Abstract
Tujuan umum dari kegiatan magang adalah membandingkan pengetahuan yang diterima selama perkuliahan dengan keadaan di lapangan, meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan di lapang dan pengalaman manajerial pada bebagai level pekerjaan. Tujuan khusus dari kegiatan magang adalah menganalisis pengelolaan tenaga kerja panen dan sistem pengangkutan tandan buah segar dengan harapan dapat meningkatkan keefektifan dan efisiensi pemanenan.
Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data sekunder yang diperoleh dari laporan-laporan yang tersedia di kebun meliputi letak geografis dan batas-batas wilayah, keadaaan tanah, organisasi dan manajemen. Data primer yang berhubungan dengan teknis pengelolaan kebun kelapa sawit, panen dan sistem pengangkutan diperoleh dengan mengikuti pekerjaan di lapang dan survei
Pada saat 2 bulan pertama penulis berstatus sebagai pekerja harian lepas (PHI), pendamping mandor selama 1 bulan, dan pendamping asisten divisi selama 1 bulan. Selama menjadi PHL, penulis melakukan berbagai jenis pekerjaan yang ada di kebun, yaitu pengendalian gulma, tunas pokok, aplikasi janjang kosong, rawat jalan, aplikasi limbah effluent, penanaman beneficial plant, konsolidasi pokok,sensus ulat api, pemupukan, pemanenan, pengangkutan tandan buah segar, dan pengolahan kelapa sawit di pabrik kelapa sawit Selama menjadi pendamping mandor, penulis turut bertugas mengatur, mengawasi pekerjaan karyawan dan mengunjungi Minamas Research Centre. Selama menjadi pendamping asisten, penulis turut melakukan kegiatan kontrol lapang dan mempelajari administrasi.
Pengambilan contoh tenaga kerja untuk disurvei dilakukan dengan cara acak. Pengambilan contoh dilakukan terhadap 25 orang dan dilakukan wawancara untuk mendapatkan profil tenaga kerja panen Umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, lama masa kerja, dan jenis pekerjaan sebelumnya tidak berpengaruh nyata terhadap prestasi kerja pemanen. Hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kegiatan panen adalah kehadiran pemanen.
Pengelolaan tenaga kerja panen terdiri atas pengorganisasian tenaga kerja, pelaksanaan tenaga kerja dan pengawasan tenaga kerja. Kebun Teluk Siak dibagi menjadi 6 kemandoran panen dengan rotasi panen 6/7. Sistem ancak yang dig makan adalah ancak giring tetap Kriteria matang di Kebun Teluk Sink adalah 2 berondolan tiap kilogram berat janjang rata-rata (BJR).
Sistem pengangkutan di Kebun Teluk Siak selain menggunakan angkutan Sendiri juga menggunakan sistem kontrak. Pengangkutan di Kebun Teluk Sink sulah cukup baik akan tetapi kurang memperhatikan pemeliharaan alat angkut.
