View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Koleksi dan karakterisasi lima sayuran Indigenous Indonesia asal Kabupaten Bogor dan Pandeglang

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (3.509Mb)
      Date
      2007
      Author
      Laksana, Agung
      Purwoko, Bambang S.
      Syukur, Muhamad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengkoleksi dan mengkarakterisasi beberapa sayuran indigenous Indonesia asal Kabupaten Bogor dan Pandeglang, mempelajari perbedaan karakter dari setiap tanaman antar aksesi, serta untuk mengetahui kedekatan kekerabatan antar aksesi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal dengan 8-11 aksesi (sesuai spesies) sebagai perlakuan, dan tiga ulangan sebagai kelompok. Aksesi yang digunakan berasal dari Nanggung, Parung, Tamansari, Cibinong (Kabupaten Bogor), Pandeglang, Mandalawangi, Cadasari, dan Cimanuk (Kabupaten Pandeglang) Eksplorasi sayuran indigenous Indonesia di dua kabupaten berbeda menghasilkan lima jenis sayuran berbeda sebanyak 46 aksesi. Empat puluh enam aksesi tersebut adalah kemangi sebanyak 9 aksesi, katuk 11 sebanyak aksesi, bonje sebanyak 10 aksesi, kucai sebanyak 8 aksesi dan legetan sebanyak 8 aksesi. Karakter yang ditunjukkan pada masing-masing sayuran indigenous menunjukkan perbedaan antar aksesi yang diuji baik karakter kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat nyata pada karakter tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, lebar daun, panjang tangkai daun, umur berbunga, panjang bunga majemuk, diameter bunga, jumlah karangan bunga, dan bobot panen per tanaman 9 aksesi kemangi yang diuji, sedangkan karakter panjang tangkai bunga majemuk tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Hasil dendogram menunjukkan terdapat empat kelompok dengan tingkat kemiripan mulai dari 50.73 % hingga 57.34 %. Bobot panen terbaik ditunjukkan oleh aksesi Cadasari dengan bobot panen per tanaman sebesar 128 gram. Aksesi katuk menunjukkan perbedaan yang sangat nyata pada karakter pertambahan tinggi tanaman, panjang daun majemuk, panjang anak daun, lebar anak daun, dan bobot panen per tanaman, sedangkan karakter pertambahan diameter batang tidak berbeda nyata. Hasil dendogram menunjukkan terdapat empat kelompok dengan tingkat kemiripan mulai 46.64 % hingga 56.04 %. Bobot panen per tanaman katuk terbaik ditunjukkan oleh aksesi Mandalawangi 2 dengan bobot panen sebesar 43.75 gram. Tanaman honje yang diamati menunjukkan perbedaan yang sangat nyata pada karakter pertambahan jumlah anakan 1, panjang daun, dan lebar daun. Perbedaan yang nyata terdapat pada karakter pertambahan tinggi tanaman 1 dan pertambahan jumlah anakan 2. Karakter pertambahan tinggi tanaman 1, 3, dan 4, pertambahan diameter batang, dan pertambahan jumlah anakan 3 dan 4 tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Hasil dendogram menunjukkan terdapat enam kelompok dengan tingkat kemiripan mulai dari 41.89 % hingga 62.06% Tanaman honje belum berbunga sampai akhir penelitian. Hasil pengamatan terhadap 8 aksesi kucai menunjukkan perbedaan yang sangat nyata pada karakter tinggi tanaman umur, 3 MST, 4 MST, 5 MST, 6 MST, dan bobot per umbi. Perbedaan yang nyata ditemukan pada karakter tinggi tanaman umur 2 MST, panjang daun, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, jumlah umbi per rumpun dan bobot umbi per rumpun. Hasil dendogram menunjukkan terdapat tiga kelompok dengan tingkat kemiripan mulai dari 45.23 % hingga 50.60%. Hasil pengamatan terhadap 8 aksesi legetan menunjukkan perbedaan yang sangat nyata pada karakter panjang daun, lebar daun, panjang tangkai bunga dan diameter bunga, sedangkan karakter tinggi tanaman dan diameter batang tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Hasil dendogram menunjukkan terdapat empat kelompok dengan tingkat kemiripan pada satu kelompok, yaitu kelompok pertama sebesar 52.45 % Hasil panen umbi kucai menunjukkan aksesi Parung memiliki bobot umbi per rumpun terbesar (16.62 gram), sedangkan aksesi Cibinong memiliki bobot per umbi terbesar (3.01 gram).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128219
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository