View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh kultivar dan lama pengeringan terhadap pertumbuhan dan produksi umbi bibit bawang merah (Allium cepa L.)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.353Mb)
      Date
      2007
      Author
      Hadijah, Nun Nia
      Widajati, Eny
      Soedomo, Prasodjo
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kultivar dan lama pengeringan terhadap pertumbuhan dan produksi umbi bibit bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang pada Juni-Oktober 2006. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) yang terdiri dari dua faktor sebanyak 4 ulangan. Petak utama adalah kultivar bawang merah yang terdiri dari dua kultivar yaitu varietas Bima Brebes dan varietas Batu. Sebagai anak petak yaitu pengeringan sinar matahari selama 7 hari, 2 jam pengeringan oven 45 °C dilanjutkan pengeringan sinar matahari selama 7 hari. 4 jam pengeringan oven 45 °C dilanjutkan pengeringan sinar matahari selama 7 hari, 6 jam pengeringan oven 45 °C dilanjutkan pengeringan sinar matahari selama 7 hari, dan 8 jam pengeringan oven 45 °C dilanjutkan pengeringan sinar matahari selama 7 hari. Hasil Percobaaan menunjukkan bahwa Perlakuan kultivar Bima Brebes dan kultivar Batu berpengaruh terhadap semua tolok ukur yang diamati yaitu bobot umbi setelah pengeringan, susut bobot akibat pengeringan, persentase tanaman yang tumbuh, tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot basah, bobot kering kotor, bobot kering bersih. Perlakuan lama pengeringan memberikan nilai susut bobot tertinggi dan lama pengeringan selama 2 jam pengovenian memberikan nilai yang paling rendah terhadap persentase tanaman yang tumbuh pada 10 HST sedangkan perlakuan lama pengeringan 4 jam, 6 jam dan 8 jam mampu memperpendek masa dormansi umbi bibit bawang merah karena mampu memberikan nilai yang cukup besar terhadap persentase tanaman yang tumbuh. vaksi antara kultivar dan lama pengeringan memberikan nilai tertinggi ndap susut bobot akibat pengeringan. Kultivar Bima Brebes memberikan hasil anakan yang lebih banyak dibanding kultivar Batu pada jumlah anakan. Semakin banyak jumlah anakan cenderung semakin kecil umbi yang dibentuk. Kultivar Batu memberikan hasil yang lebih tinggi terhadap tolok ukur persentase tanaman yang tumbuh dan tinggi tanaman. Semakin besar ukuran umbi semakin banyak kandungan karbohidrat yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah. Kombinasi kultivar Bima Brebes dengan pengeringan sinar matahari tanpa pengovenan menyebabkan tingginya susut bobot pada umbi bibit bawang merah. Semakin besar diameter umbi semakin kecil susut bobot yang dihasilkan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128208
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository