Pengelolaan pemupukan tanaman kelapa sawit menghasilkan di PT. Agrowiyana Jambi
Abstract
Magang dilakukan untuk memperoleh pengalaman dalam pengelolaan produksi perkebunan khususnya pemupukan tanaman kelapa sawit menghasilkan. Magang dilaksanakan di Kebun PBSN PT Agrowiyana, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi pada tanggal 12 Februari sampai 9 Juni 2007.
Selama magang penulis mengikuti pekerjaan yang ada di Kebun PBSN PT Agrowiyana. Penulis menjadi pekerja harian lepas (PHL) selama satu bulan dan mengikuti kegiatan, antara lain: pembibitan, penanaman sisipan, kastrasi, pemupukan, pengendalian gulma, rawat parit, penunasan dan panen. Saru bulan selanjutnya penulis sebagai pendamping mandor dan melaksanakan tugas serta tanggungjawabnya. Kegiatan yang diikuti antara lain: pemupukan, pengendalian gulma, rawat parit dan panen. Bulan keempat penulis sebagai pendamping asisten. Kegiatan pendamping asisten, yaitu pegelolaan kegiatan dan pengawasan pekerjaan di tingkat divisi
Tanaman kelapa sawit menghasilkan di Kebun PBSN PT Agrowiyana dipupuk menggunakan pupuk majemuk dan pupuk tunggal, yaitu NPKMg Comp (13/6/27/4+0.65% B), RP dan MOP. Pupuk majemuk dikombinasikan dengan pupuk tunggal untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Dalam hal dosis pupuk, penggunaan pupuk majemuk sulit tepat dengan rekomendasi pemupukan.
Dosis pupuk NPKMg Comp (13/6/27/4+0.65%B) 3 kg/pokok, RP 0.6 kg/pkok dan MOP 0.15 kg/pokok diaplikasikan dua kali setahun. Dosis pupuk yang diaplikasikan tidak tepat dengan rekomendasi pemupukan. Waktu aplikasi pupuk disesuaikan dengan ketersedian pupuk di gudang. Ketersedian pupuk yang terlambat membuat waktu aplikasi tidak sesuai dengan rekomendasi.
Produktivitas, tanaman kelapa sawit secara keseluruhan di Kebun PBSN PT Agrowiyana lebih tinggi dari potensi produktivitas untuk lahan kelas 3. Produktivitas kelapa sawit tahun tanam 1993, 1994, 1995 dan 1996 lebih tinggi dari potensi produktivitasnya, sedangkan produktivitas kelapa sawit tahun tanam 1997, 1998, 1999 dan 2000 di Kebun PBSN PT Agrowiyana lebih rendah dari potensi produktivitas untuk lahan kelas 3.
Realisasi pemupukan tanaman kelapa sawit menghasilkan di Kebun PBSN PT Agrowiyana dari tahun 2003-2006 di bawah 100%, tetapi terus mengalami peningkatan. Realisasi pemupukan yang rendah dapat mendorong turunnya efisiensi dan keefektifan pemupukan.
